Pastikan Keuangan Sehat Sebelum Memulai Bisnis
Jum'at, 18 Juni 2021 - 19:41 WIB
loading...
Webinar Edukasi Literasi Keuangan kepada mahasiswa dan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (17/6).
A
A
A
MAKASSAR - Gojek Indonesia berkolaborasi dengan Akulaku Finance Indonesia menggelar Webinar Edukasi Literasi Keuangan kepada mahasiswa dan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar , Jumat (18/6).
Kegiatan yang mengusung tema "Lakukan Financial Check Up Sebelum Memulai Bisnis" ini menghadirkan narasumber yang profesional di bidangnya, di antaranya Head Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia Mulawarman, Founder dan Financial Advisor Integrita' Financial Ghita Argasasmita, Direktur dan Alumni Penyiapan Karir (DAPK) Unhas Abdullah Sanusi, serta Head Corporate Affairs Akulaku Finance Indonesia Wildan Kesuma.
Baca juga:Pendaftaran Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup Indonesia Timur Dibuka
Head Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman menjelaskan, webinar tersebut bagian dari Program Muda Maju 1.000 Startup untuk mencari para inovator dan pengusaha yang ada di Indonesia Timur. Hal itu sebagai bentuk partisipasi aktif Gojek untuk memenuhi kebutuhan 600 ribu digital talent Indonesia untuk berkompetisi secara global setiap tahunnya.
Menurut Mula, sapaan akrabnya, untuk membangun sebuah startup, pemahaman terhadap pengelolaan keuangan yang baik merupakan hal krusial. Sehingga diharapkan dengan webinar ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas bagaimana mengatur keuangan menjadi lebih sehat sebelum memulai sebuah bisnis.
"Kita tau bahwa menghasilkan proyek atau program butuh fundamental keuangan yang cukup kuat, kita harus bisa mengatur keuangan yang kita miliki. Dengan kerja sama ini, alam membantu teman-teman untuk memperkuat literasi keuangan," jelas Mula, di sela-sela webinar.
Head Corporate Affairs Akulaku Finance Indonesia , Wildan Kesuma menguraikan, pengetahuan keuangan yang kita miliki berdampak siginifikan terhadap keputusan keuangan kita sebagai individu. Dengan literasi keuangan yang baik, juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca juga:Gojek Kasih Solusi Buat Kamu Yang Kangen Nonton Konser, Gratis!
" Akulaku sebagai industri jasa keuangan punya kewajiban untuk meningkatkan literasi masyarakat. Kita harus berkolaborasi untuk meningkatkan literasi keuangan," kata Wildan.
Salah satu unsur penting dalam literasi keuangan adalah memastikan kondisi keuangan yang dimiliki dalam kondisi sehat. Hal itulah mengapa financial check up atau pengecekan keuangan penting dilakukan, utamanya jika hendak memulai sebuah usaha. Hal itu untuk mengetahui langkah atau keputusan keuangan yang sebaiknya dilakukan.
Founder dan Financial Advisor Integrita' Financial, Ghita Argasasmita menjelaskan untuk memulai sebuah usaha, pengecekan keuangan harus dilakukan untuk memastikan keputusan keuangan yang diambil sudah tepat. Agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti di masa pandemi Covid-19 , usaha yang digeluti tetap mampu bertahan serta tidak mempengaruhi stabilitas keuangan pribadi.
Baca juga:Le Minerale Dukung Program Vaksinasi Drive Thru Gojek Indonesia
"Kalau mau menjadi pengusaha, potensi pendapatan memang tidak terbatas tapi ada juga potensi tidak punya pendapatan. Dan banyak orang yang berbisnis gagal, karena tidak bisa mengatur keuangan pribadi dan bisnis. Keuangan pribadi tidak bisa disatukan dengan keuangan perusahaan," tegas Githa.
Lebih jauh, kata dia, untuk memulai sebuah usaha, keuangan pribadi harus dipastikan dalam kondisi sehat terlebih dulu. Untuk mengatahui hal itu, financial check up adalah jawabannya. Daftar aset dan utang harus jelas. Daftar aset sudah harus termasuk dana darurat, yaitu tiga kali pendapatan per bulan.
Setelah bebas utang, daftar aset jelas, dana darurat tersedia, investasi dan modal bisnis sudah bisa menjadi langkah selanjutnya. "Cara mengukur keuangan yang sehat adalah melakukan financial check up, cuma perlu membuat daftar aset dan hutang. Ketika punya datanya bisa membuat keputusan yang lebih sehat. Jadi kalau sudah punya aset, dana darurat, teman-teman bisa memikirkan ide bisnis," urai Githa.
Baca juga:Mitra Driver Gojek, Segera Vaksinasi Agar Dapat Mitsubishi Xpander
Direktur dan Alumni Penyiapan Karir (DAPK) Unhas , Abdullah Sanusi menyambut baik webinar literasi keuangan yang digagas Gojek. Menurut dia, topik yang dibahas sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini.
"Literasi keuangan sangat penting, supaya bisa mengambil keputusan keuangan yang cerdas, seperti orang dewasa perlu medical check up, untuk mengetahui kondisi tubuh," pungkas dia.
Sebagai informasi tambahan, Program Muda Maju Bersama 1.000 startup di Kawasan Indonesia Timur merupakan hasil kolaborasi antara PT Telkom Indonesia (Tbk) melalui Indonesia Telecommunication & Digital Research (ITDRI) dengan Gojek Indonesia.
Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup ditujukan bagi seluruh masyarakat yang berdomisili di Kalimantan, Sulawesi, Maluku & Papua dan berada pada rentang usia 18 sampai 35 tahun, melakukan pendaftaran baik individu maupun kelompok secara sukarela dan mengetahui syarat serta ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran dibuka melalui website gosmart.id/mudamajubersama mulai dari 6 Juni sampai dengan 25 Juli 2021. Peserta nantinya akan diberikan serangkaian program akselerasi secara intensif selama 6 bulan berupa pembekalan dan fundamental startup hingga merealisasikan gagasan idenya hingga menjadi purwarupa atau MVP (Minimum Viable Product).
Baca juga:Le Minerale Sukseskan Vaksinasi Drive Thru bagi Para Lansia dan Mitra Pengemudi Gojek Indonesia
Selama tiga bulan pertama, seluruh peserta akan diberikan kesempatan untuk belajar mengenai tahapan-tahapan membangun startup, menemukan dan membentuk tim, mengajukan ide inovasinya serta berkompetisi mempresentasikan karyanya. 1.000 startup yang terpilih akan melanjutkan perjalanannya dengan diberikan pembinaan berupa webinar, kurikulum yang dibutuhkan hingga program mentoring.
Dari 1.000 startup, 200 startup terpilih akan mendapatkan kesempatan berupa pemahaman memvalidasi dari gagasan inovasi yang diangkat serta cara membuat purwarupa atau MVP dari solusi inovasi yang ditawarkan oleh peserta. Selama proses kegiatan tersebut, peserta akan didampingi oleh para mentor yang merupakan best practice di bidangnya. Seluruh startup yang terpilih akan mendapatkan hadiah utama berupa bantuan permodalan sebesar Rp200 juta.
Kegiatan yang mengusung tema "Lakukan Financial Check Up Sebelum Memulai Bisnis" ini menghadirkan narasumber yang profesional di bidangnya, di antaranya Head Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia Mulawarman, Founder dan Financial Advisor Integrita' Financial Ghita Argasasmita, Direktur dan Alumni Penyiapan Karir (DAPK) Unhas Abdullah Sanusi, serta Head Corporate Affairs Akulaku Finance Indonesia Wildan Kesuma.
Baca juga:Pendaftaran Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup Indonesia Timur Dibuka
Head Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman menjelaskan, webinar tersebut bagian dari Program Muda Maju 1.000 Startup untuk mencari para inovator dan pengusaha yang ada di Indonesia Timur. Hal itu sebagai bentuk partisipasi aktif Gojek untuk memenuhi kebutuhan 600 ribu digital talent Indonesia untuk berkompetisi secara global setiap tahunnya.
Menurut Mula, sapaan akrabnya, untuk membangun sebuah startup, pemahaman terhadap pengelolaan keuangan yang baik merupakan hal krusial. Sehingga diharapkan dengan webinar ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas bagaimana mengatur keuangan menjadi lebih sehat sebelum memulai sebuah bisnis.
"Kita tau bahwa menghasilkan proyek atau program butuh fundamental keuangan yang cukup kuat, kita harus bisa mengatur keuangan yang kita miliki. Dengan kerja sama ini, alam membantu teman-teman untuk memperkuat literasi keuangan," jelas Mula, di sela-sela webinar.
Head Corporate Affairs Akulaku Finance Indonesia , Wildan Kesuma menguraikan, pengetahuan keuangan yang kita miliki berdampak siginifikan terhadap keputusan keuangan kita sebagai individu. Dengan literasi keuangan yang baik, juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca juga:Gojek Kasih Solusi Buat Kamu Yang Kangen Nonton Konser, Gratis!
" Akulaku sebagai industri jasa keuangan punya kewajiban untuk meningkatkan literasi masyarakat. Kita harus berkolaborasi untuk meningkatkan literasi keuangan," kata Wildan.
Salah satu unsur penting dalam literasi keuangan adalah memastikan kondisi keuangan yang dimiliki dalam kondisi sehat. Hal itulah mengapa financial check up atau pengecekan keuangan penting dilakukan, utamanya jika hendak memulai sebuah usaha. Hal itu untuk mengetahui langkah atau keputusan keuangan yang sebaiknya dilakukan.
Founder dan Financial Advisor Integrita' Financial, Ghita Argasasmita menjelaskan untuk memulai sebuah usaha, pengecekan keuangan harus dilakukan untuk memastikan keputusan keuangan yang diambil sudah tepat. Agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti di masa pandemi Covid-19 , usaha yang digeluti tetap mampu bertahan serta tidak mempengaruhi stabilitas keuangan pribadi.
Baca juga:Le Minerale Dukung Program Vaksinasi Drive Thru Gojek Indonesia
"Kalau mau menjadi pengusaha, potensi pendapatan memang tidak terbatas tapi ada juga potensi tidak punya pendapatan. Dan banyak orang yang berbisnis gagal, karena tidak bisa mengatur keuangan pribadi dan bisnis. Keuangan pribadi tidak bisa disatukan dengan keuangan perusahaan," tegas Githa.
Lebih jauh, kata dia, untuk memulai sebuah usaha, keuangan pribadi harus dipastikan dalam kondisi sehat terlebih dulu. Untuk mengatahui hal itu, financial check up adalah jawabannya. Daftar aset dan utang harus jelas. Daftar aset sudah harus termasuk dana darurat, yaitu tiga kali pendapatan per bulan.
Setelah bebas utang, daftar aset jelas, dana darurat tersedia, investasi dan modal bisnis sudah bisa menjadi langkah selanjutnya. "Cara mengukur keuangan yang sehat adalah melakukan financial check up, cuma perlu membuat daftar aset dan hutang. Ketika punya datanya bisa membuat keputusan yang lebih sehat. Jadi kalau sudah punya aset, dana darurat, teman-teman bisa memikirkan ide bisnis," urai Githa.
Baca juga:Mitra Driver Gojek, Segera Vaksinasi Agar Dapat Mitsubishi Xpander
Direktur dan Alumni Penyiapan Karir (DAPK) Unhas , Abdullah Sanusi menyambut baik webinar literasi keuangan yang digagas Gojek. Menurut dia, topik yang dibahas sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini.
"Literasi keuangan sangat penting, supaya bisa mengambil keputusan keuangan yang cerdas, seperti orang dewasa perlu medical check up, untuk mengetahui kondisi tubuh," pungkas dia.
Sebagai informasi tambahan, Program Muda Maju Bersama 1.000 startup di Kawasan Indonesia Timur merupakan hasil kolaborasi antara PT Telkom Indonesia (Tbk) melalui Indonesia Telecommunication & Digital Research (ITDRI) dengan Gojek Indonesia.
Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup ditujukan bagi seluruh masyarakat yang berdomisili di Kalimantan, Sulawesi, Maluku & Papua dan berada pada rentang usia 18 sampai 35 tahun, melakukan pendaftaran baik individu maupun kelompok secara sukarela dan mengetahui syarat serta ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran dibuka melalui website gosmart.id/mudamajubersama mulai dari 6 Juni sampai dengan 25 Juli 2021. Peserta nantinya akan diberikan serangkaian program akselerasi secara intensif selama 6 bulan berupa pembekalan dan fundamental startup hingga merealisasikan gagasan idenya hingga menjadi purwarupa atau MVP (Minimum Viable Product).
Baca juga:Le Minerale Sukseskan Vaksinasi Drive Thru bagi Para Lansia dan Mitra Pengemudi Gojek Indonesia
Selama tiga bulan pertama, seluruh peserta akan diberikan kesempatan untuk belajar mengenai tahapan-tahapan membangun startup, menemukan dan membentuk tim, mengajukan ide inovasinya serta berkompetisi mempresentasikan karyanya. 1.000 startup yang terpilih akan melanjutkan perjalanannya dengan diberikan pembinaan berupa webinar, kurikulum yang dibutuhkan hingga program mentoring.
Dari 1.000 startup, 200 startup terpilih akan mendapatkan kesempatan berupa pemahaman memvalidasi dari gagasan inovasi yang diangkat serta cara membuat purwarupa atau MVP dari solusi inovasi yang ditawarkan oleh peserta. Selama proses kegiatan tersebut, peserta akan didampingi oleh para mentor yang merupakan best practice di bidangnya. Seluruh startup yang terpilih akan mendapatkan hadiah utama berupa bantuan permodalan sebesar Rp200 juta.
(luq)
Lihat Juga :