Transaksi Emas Fisik Kini Dapat Dilakukan di Rumah

Senin, 20 April 2020 - 15:55 WIB
loading...
Transaksi Emas Fisik...
Pandemi Covid-19 menuntut industri berinovasi, dimana PT Aurum Digital Internusa (ADI) menghadirkan kemudahan transaksi jual beli emas fisik melalui channel aplikasi digital Masduit. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menuntut industri untuk bisa beradaptasi dengan beragam inovasi, salah satunya seperti yang dilakukan PT Aurum Digital Internusa (ADI). Perusahaan tersebut menghadirkan kemudahan transaksi jual beli emas fisik melalui channel aplikasi digital Masduit.

Hal tersebut merupakan sebuah strategi perusahaan guna melayani kebutuhan masyarakat untuk melindungi nilai aset di tengah ancaman resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Kami mengembangkan sebuah inovasi yang dipandang dapat memperkuat keunggulan kompetitif dalam transaksi jual beli emas. Inovasi tersebut berupa aplikasi digital Masduit, satu-satunya aplikasi digital yang terintegrasi secara vertikal dengan produsen emas dan perhiasan," ungkap CEO Masduit, Bony Faliandri Hudi saat ditemui di Jakarta.

Melalui Masduit, Aurum Digital Internusa membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk membeli, menjual, mengambil serta mentransfer emas fisik, mulai dari pecahan 0,1 gram. Dan transaksi tersebut dapat dilakukan secara online dengan memanfaatkan gawai di rumah, tanpa perlu antre di toko, yang lebih berisiko terpapar Covid-19.

Menurut Bony, integrasi vertikal yang dimiliki Masduit memungkinkan pelanggan untuk melakukan kustomisasi kemasan pada emas yang dibeli dan memudahkan pelanggan untuk mengambil emas tersebut di jaringan toko atau diantar ke lokasi yang ditunjuk secara aman.

"Strategi ini dilakukan dengan penekanan pada produk emas (logam mulia) sebagai sebuah instrumen yang berfungsi sebagai lindung nilai bagi masyarakat di saat keadaan ekonomi tidak kondusif, contohnya di masa pandemi ini. Sebuah strategi usaha tidak lagi menekankan pada fungsi emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang sebelumnya marak diperkenalkan ke masyarakat, namun sebagai sebuah solusi proteksi aset sebagai nilai tambah bagi para pemilik aset," tuturnya.

Lebih jauh, Bony mengutarakan bahwa strategi itu juga bagian dari upaya pihaknya guna menaikkan konsumsi emas per kapita di Indonesia yang saat ini baru mencapai 0,2 gram, sementara idealnya, konsumsi emas kapita sebaiknya berada pada kisaran 2-10 persen dari total pendapatan per tahun. "Secara keseluruhan, kami memandang masyarakat Indonesia masih belum memiliki kesadaran melindungi kekayaannya dengan investasi emas," kata dia.

Padahal, di tengah perkembangan ekonomi yang berlangsung, ada risiko penurunan daya beli riil karena dampak inflasi. "Oleh karenanya, kami mendorong masyarakat untuk menabung emas, menambah investasinya dan di saat yang sama, melakukan perlindungan nilai terhadap kekayaannya dengan pecahan yang lebih terjangkau dan akses yang lebih mudah," ucapnya.

"Kami menawarkan tiga hal ini dalam one package solution, di mana kemudahan, kenyamanan dan keamanan bertransaksi ditawarkan dalam satu kesatuan, yakni lewat Masduit," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bony menyampaikan, Masduit turut melakukan aksi kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada rumah sakit dan individu yang membutuhkan di wilayah DKI Jakarta sejak 19 Maret hingga 8 April 2020. "Hal ini merupakan bentuk penghargaan dan rasa terima kasih kami kepada dokter dan perawat sebagai garda depan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia," imbuhnya.

Aplikasi Masduit saat ini sudah bisa diunduh melalui Google Play Store. "Jika masih membutuhkan informasi lebih lanjut bisa kunjungi dan ikuti Instragram resmi Masduit @masduit.id atau hubungi Whatsapp for Business Masduit 081947999990," tutup Bony.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Bank Mandiri Tambah...
Bank Mandiri Tambah Fitur Kurban Digital di Aplikasi, Nasabah Bisa Pantau Distribusi
MotionBank Aplikasi...
MotionBank Aplikasi Perbankan Digital Bikin Transaksi Lebih Praktis
Danantara Sudah Pegang...
Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol, Targetkan Potongan Aplikasi 8%
WFH Makin Nyaman dengan...
WFH Makin Nyaman dengan PLN Mobile, Akses Beragam Layanan Kelistrikan dalam Satu Genggaman
Kenalan dengan V+Short,...
Kenalan dengan V+Short, Aplikasi Nonton Microdrama yang Lagi Naik Daun
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
Drama Rp34 Triliun!...
Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Rekomendasi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved