Kasus Covid-19 Melonjak, Efektivitas Sejumlah Merek Vaksin Dipertanyakan

Rabu, 23 Juni 2021 - 12:40 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Melonjak,...
Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Efektivitas vaksin Covid-19 Sinopharm dan Sinovac dipertanyakan menyusul terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19 di sejumlah negara yang menggunakan vaksin buatan produsen asal Negeri Panda itu.

Sebagai catatan, vaksin Covid-19 dari China, Sinopharm dan Sinovac, menjadi pilihan 90 negara untuk membantu meredakan efek pandemi dan meningkatkan kekebalan masyarakat atas penyakit mematikan itu, tak terkecuali Indonesia.

Dilansir dari New York Times (NYT), pemerintah Mongolia menjanjikan rakyatnya musim panas yang bebas Covid-19. Pemerintah Bahrain juga mengatakan bahwa kondisi akan kembali ke kehidupan normal seperti biasa. Bahkan, negara pulau kecil seperti Seychelles menargetkan ekonomi akan bertumbuh kembali.

baca juga: Wiku Adisasmito Sebut Sudah Dua Kali Vaksin dan Dinyatakan Positif Corona

Namun, kenyataannya saat ini Indonesia, Mongolia, Bahrain, Chili, dan Seychelles tengah berjuang melawan kasus aktif Covid-19 yang kembali membludak.

Di Indonesia sendiri, di mana varian Covid-19 yang baru telah menyebar, sebanyak 350 dokter dan pekerja medis terinfeksi penyakit tersebut meski sudah tervaksinasi. Data ini diambil dari tim mitigasi risiko Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Bahkan, angka ini pun menuai respon dari Director of Medical Services Singapura, Kenneth Mak yang mempertanyakan keefektivan Sinovac. "Ini bukan masalah yang terkait dengan Pfizer, tetapi justru masalah yang terkait dengan vaksin Sinovac," ujar Mak dalam konferensi pers akhir pekan lalu, dikutip Rabu (23/6/2021).

baca juga: Warning! Angka Kesembuhan Corona Lebih Rendah dari Munculnya Kasus Baru

Sebagai perbandingan, negara-negara yang memakai vaksin Pfizer dan Moderna mengalami penurunan kasus aktif. Sebanyak 45% populasi Amerika Serikat (AS) sudah divaksin menggunakan Pfizer-BioNTech dan Moderna, dan kasus Covid-19 di AS sudah menurun hingga 94% dalam 6 bulan terakhir.

Bahkan, Israel menyediakan dan menggunakan Pfizer dan memiliki rasio vaksinasi tertinggi kedua di dunia setelah Seychelles. Angka bertambahnya kasus Covid-19 di Israel adalah sekitar 4,95 per juta orang. Seychelles, negara yang sangat bergantung pada Sinopharm, total angka kasusnya adalah sebanyak 716 kasus per juta jiwa.

Kesenjangan seperti ini dapat menciptakan kondisi di mana tiga jenis negara muncul dari pandemi, yang pertama negara-negara kaya yang menggunakan sumber daya mereka untuk mengamankan suntikan Pfizer-BioNTech dan Moderna, negara-negara miskin yang jauh dari mengimunisasi mayoritas warganya, dan negara yang penduduknya tervaksinasi tapi belum terlindungi sepenuhnya.



NYT pun mencatat bahwa China, termasuk 90 negara yang menggunakan vaksinnya termasuk Indonesia, bisa tergolong ke dalam kelompok ketiga, berkutat dalam menetapkan lockdown atau tidak, menggunakan ujicoba, dan pembatasan-pembatasan kehidupan harian yang tidak pasti jangka waktunya.

Bahkan, kondisi ini bisa membuat ekonomi negara-negara tersebut kembali tertahan. Terlebih lagi, angka penduduk yang tervaksinasi di negara-negara tersebut cukup tinggi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Rekomendasi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved