Investor Migas Banyak yang Cabut, Pemerintah Bakal Susah Cari Pengganti
Rabu, 23 Juni 2021 - 12:50 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah Integrated Operation Center (IOC) yang hengkang dinilai akan membuat pemerintah kesulitan mendapatkan perusahaan migas pengganti di tengah pandemi Covid-19. Untuk mendapatkan investor pengganti, Indonesia harus meningkatkan persaingan dengan negara lain dengan konsistensi regulasi.
Sekjen Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal Moshe mengatakan, investor-investor internasional saat ini sangat berhati-hati dalam memilih investasi dan mengeluarkan dana besar, termasuk untuk eksplorasi.
Baca juga:Jalur Zonasi PPDB DKI Tingkat SD Dibuka, Ini Poin Penting yang Harus Diketahui
“Para investor ini selalu memetakan portofolionya secara global. Seberapa menariknya invetasi di Indonesia, mereka akan membandingkan portofolio mereka di luar negeri,” ujar Moshe dalam Market Review di IDX Channel, Rabu (23/6/2021).
Moshe menurutkan, faktor utama dari sisi investior yang harus diperhatikan adalah konsistensi pada regulasi. Sebab jika investor ingin melakukan investasi, maka mereka harus memperhitungkan jangka panjang.
Sekjen Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal Moshe mengatakan, investor-investor internasional saat ini sangat berhati-hati dalam memilih investasi dan mengeluarkan dana besar, termasuk untuk eksplorasi.
Baca juga:Jalur Zonasi PPDB DKI Tingkat SD Dibuka, Ini Poin Penting yang Harus Diketahui
“Para investor ini selalu memetakan portofolionya secara global. Seberapa menariknya invetasi di Indonesia, mereka akan membandingkan portofolio mereka di luar negeri,” ujar Moshe dalam Market Review di IDX Channel, Rabu (23/6/2021).
Moshe menurutkan, faktor utama dari sisi investior yang harus diperhatikan adalah konsistensi pada regulasi. Sebab jika investor ingin melakukan investasi, maka mereka harus memperhitungkan jangka panjang.
Lihat Juga :