Saatnya Menggerakkan Ekonomi Rakyat Melalui Kurban
Kamis, 24 Juni 2021 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Peneliti Senior IDEAS Ahsin Aligori menambahkan optimisme laju ekonomi di tengah pandemi tidak terlepas dari pemerataan daging kurban. Fakta menarik riset IDEAS di tahun 2020 lalu, ternyata Jabodetabek merupakan pasar utama kurban terbesar di Indonesia dan secara pendistribusian mengalami surplus sampai 24.000 ton daging kurban yang berputar di Jabodatabek.
“Sementara di wilayah lain mengalami defisit daging kurban. Dengan adanya kurban diharapkan bisa menjadi momentum pemerataan daging kurban ke pelosok secara adil. Sehingga masyarakat pedesaan dapat terpenuhi konsumsi protein hewani yang sampai saat ini masih terjadi ketimpangan, antara kota dengan desa mengenai konsumsi protein hewani,” kata Ahsin.
Pengamat Ekonomi Aviliani menjelaskan tidak bisa dipungkiri pandemi ini menambah jumlah kemiskinan. Melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja belum bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya kurban ini bisa dimaksimalkan dalam membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi, beban masyarakat di tengah pandemi ini tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, namun juga kebutuhan vitamin.
“Mayoritas pekurban adalah orang kaya di Jabodetabek dan pendistribusian kurban masih di area yang sama. Sehingga melalui Dompet Dhuafa dapat menyalurkan di luar Jabodetabek, bahkan di luar Pulau Jawa. Berkurban di Dompet Dhuafa tidak hanya membeli tetapi juga membina peternak kecil. Kita bisa menebarkan banyak kebaikan bukan hanya di daerah kita sendiri. Melainkan di wilayah lain yang jarang berkurban. Semoga dengan adanya kurban, banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati hasil kurban,” paparnya.
Baca Juga : Pertagas Inisiasi Mitra Binaan Pasarkan Produk Pertanian Sehat
“Sementara di wilayah lain mengalami defisit daging kurban. Dengan adanya kurban diharapkan bisa menjadi momentum pemerataan daging kurban ke pelosok secara adil. Sehingga masyarakat pedesaan dapat terpenuhi konsumsi protein hewani yang sampai saat ini masih terjadi ketimpangan, antara kota dengan desa mengenai konsumsi protein hewani,” kata Ahsin.
Pengamat Ekonomi Aviliani menjelaskan tidak bisa dipungkiri pandemi ini menambah jumlah kemiskinan. Melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja belum bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya kurban ini bisa dimaksimalkan dalam membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi, beban masyarakat di tengah pandemi ini tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, namun juga kebutuhan vitamin.
“Mayoritas pekurban adalah orang kaya di Jabodetabek dan pendistribusian kurban masih di area yang sama. Sehingga melalui Dompet Dhuafa dapat menyalurkan di luar Jabodetabek, bahkan di luar Pulau Jawa. Berkurban di Dompet Dhuafa tidak hanya membeli tetapi juga membina peternak kecil. Kita bisa menebarkan banyak kebaikan bukan hanya di daerah kita sendiri. Melainkan di wilayah lain yang jarang berkurban. Semoga dengan adanya kurban, banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati hasil kurban,” paparnya.
Baca Juga : Pertagas Inisiasi Mitra Binaan Pasarkan Produk Pertanian Sehat
Lihat Juga :