PPKM Darurat Cuma Bikin Banyak Sektor Usaha Terombang-ambing
Rabu, 30 Juni 2021 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
“Artinya, pusat perbelanjaan memang ditutup dulu 100% selama 14 hari. Kemudian, makanan juga hanya secara delivery atau pesan antar. Tetapi, kalau melihat dari revisi PPKM yang disebut PPKM darurat, ini sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan,” jelas dia.
Lanjutnya, melihat tidak adanya perubahan yang signifikan dan juga efektivitasnya pun diragukan, maka dikhawatirkan kasus positif harian Covid-19 masih akan tinggi. Menurut Bhima, hal ini justru memberikan ketidakpastian yang besar bagi sektor seperti ritel, perhotelan, restoran, dan juga sektor yang berkaitan dengan transportasi.
Dia menuturkan, saat ini juga belum ada gambaran terkait seberapa besar belanja perlindungan sosial yang harus ditambah untuk mengantisipasi dari PPKM darurat ini.
“Belajar dari PSBB waktu itu, di Jakarta masih ada 40% warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar rumah, meskipun ada PSBB yang ketat. Pelajaran dari PSBB sebelumnya, bahwa masyarakat akan patuh pada pemerintah untuk berada di rumah ketika ada bansos yang memadai, ada subsidi gaji khususnya bagi buruh yang memang harus bekerja secara harian atau buruh harian lepas,” tutur Bhima.
Lebih lanjut, Bhima mengatakan, kondisi tersebut yang kemudian membuat pemerintah seharusnya segera melakukan langkah-langkah antisipasi. Saat ini langkah tersebut belum terlihat, padahal seharusnya rencana tersebut dilakukan secara pararel.
Lanjutnya, melihat tidak adanya perubahan yang signifikan dan juga efektivitasnya pun diragukan, maka dikhawatirkan kasus positif harian Covid-19 masih akan tinggi. Menurut Bhima, hal ini justru memberikan ketidakpastian yang besar bagi sektor seperti ritel, perhotelan, restoran, dan juga sektor yang berkaitan dengan transportasi.
Dia menuturkan, saat ini juga belum ada gambaran terkait seberapa besar belanja perlindungan sosial yang harus ditambah untuk mengantisipasi dari PPKM darurat ini.
“Belajar dari PSBB waktu itu, di Jakarta masih ada 40% warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar rumah, meskipun ada PSBB yang ketat. Pelajaran dari PSBB sebelumnya, bahwa masyarakat akan patuh pada pemerintah untuk berada di rumah ketika ada bansos yang memadai, ada subsidi gaji khususnya bagi buruh yang memang harus bekerja secara harian atau buruh harian lepas,” tutur Bhima.
Lebih lanjut, Bhima mengatakan, kondisi tersebut yang kemudian membuat pemerintah seharusnya segera melakukan langkah-langkah antisipasi. Saat ini langkah tersebut belum terlihat, padahal seharusnya rencana tersebut dilakukan secara pararel.
Lihat Juga :