Sri Mulyani Berharap Pengetatan Bisa Dikurangi Agustus Nanti

Senin, 05 Juli 2021 - 12:18 WIB
loading...
Sri Mulyani Berharap...
Menkeu Sri Mulyani berharap pengetatan sudah bisa dikurangi pada bulan Agustus agar ekonomi leluasa bergerak kembali. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya pengendalian Covid-19 saat ini. Jika tidak efektif dan pengetatan berlarut-larut, pertumbuhan di semester II akan terdampak.

Baca Juga: Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Semester I Bisa Capai 3,3%

Penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat saat ini menurutnya akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia di kuartal III maupun IV.

"Langkah-langkah pengetatan ini tentunya akan memberikan dampak kepada outlook perekonomian kita. Terutama di kuartal III dan IV tahun ini yaitu semester yang kedua," katanya seusai Sidang Kabinet Paripurna, Senin (5/7/2021).

Sri Mulyani menegaskan, perekonomian semester II akan sangat bergantung pada hasil penanganan Covid-19 saat ini. Dalam hal ini, seberapa lama pengetatan harus dilakukan.

"Untuk semester keduanya akan sangat tergantung kepada kondisi covid yang sekarang ini kita hadapi. Terutama berapa lama kenaikan covid dan pengetatan harus dilakukan," tegasnya.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pelayanan Paspor Dihentikan Sementara

Menkeu menyebutkan, jika pada bulan Juli kasus Covid-19 di Tanah Air sudah bisa dikendalikan dan pada bulan Agustus pengetatan bisa dikurangi, maka ekonomi masih akan bisa tumbuh di atas 4% atau bahkan 5%.

"Namun apabila restriksinya cukup panjang karena covidnya masih sangat tinggi, maka pertumbuhan ekonomi untuk kuartal III bisa turun di sekitar 4%. Ini yang harus kita waspadai," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Berita Terkini
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved