Perseroda Sulsel Sasar Jepang Pasarkan Hasil Laut
Rabu, 07 Juli 2021 - 14:58 WIB
loading...
Direktur Utama Perseroda Sulsel, Yasir Mahmud (kiri) bersama pihak dari PT Kenndo Manajemen Indonesia. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Perseroda Sulsel menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan Jepang Ajirushi Co Ltd untuk meningkatkan ekspor hasil laut Sulsel di pasar internasional.
Ajirushi Co. Ltd melalui anak perusahaannya di Indonesia, PT Kenndo Manajemen Indonesia saat kunjungannya ke Perseroda, menawarkan kerja sama ekspor komoditas perikanan, khususnya gurita (cephalopoda octopus). Potensi ekspor gurita ke pasar Jepang sangat besar.
Baca juga:Yasir Mahmud Diangkat Jadi Dirut Baru Perseroda Sulsel
Sulsel merupakan salah satu pusat gurita di Indonesia dengan jumlah mencapai 35 persen dari seluruh populasi di Indonesia. Namun sayangnya gurita hasil tangkapan nelayan tidak semua bisa masuk ke pasar Jepang, karena penangkapan gurita masih dilakukan secara konvensional.
Manajer Operasional PT Kenndo Manajemen Indonesia, Kenji Kuzunuki menyatakan target perusahaannya untuk mengirim gurita ke Jepang kurang lebih 300 sampai 1.000 ton per tahun dengan nilai potensial mencapai Rp70 miliar per tahun.
"Sulsel potensinya sangat besar untuk memenuhi kebutuhan hasil laut seperti gurita ke pasar Jepang. Namun, hasil tangkapan nelayan kebanyakan masih di bawah standar pasar Jepang," kata Kenji, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (7/7).
Penangkapan gurita secara konvensional dan belum adanya fasilitas memadai berupa mesin steam dan cold storage membuat gurita Sulsel banyak ditolak di Jepang.
Baca juga:Perseroda Sulsel dan Balitsereal Teken MoU Penyediaan Benih Jagung Hibrida
Kebutuhan gurita di pasar Jepang setiap tahunnya mencapai 2 ribu ton. Kenji berharap kerja sama dengan Perseroda Sulsel bisa meningkatkan jumlah ekspor gurita ke Jepang. Saat ini, ekspor gurita Sulsel baru mencapai 25 ton per tahun.
"Kita akan segera realisasikan peluang ini dan akan membangun jaringan sampai ke stakeholder perikanan khususnya nelayan dan Dinas Perikanan," ujar Direktur Utama Perseroda Sulsel , Yasir Mahmud.
Perseroda Sulsel akan membangun kerja sama untuk meningkatkan pengetahuan nelayan agar bisa memenuhi standar yang sangat ketat diterapkan di pasar Jepang. Proses selanjutnya, Perseroda akan menampung hasil tangkap nelayan yang sesuai standar dan menjamin harga bagi nelayan.
" Perseroda akan memberdayakan aset dan membangun kerja sama dengan Dinas Perikanan untuk melatih nelayan agar bisa memenuhi kebutuhan ekspor hasil laut ke pasar Jepang," kata Yasir.
Baca juga:Perseroda Sulsel Gandeng Widodo Group Kembangkan Agro Industri
Perseroda yakin bisa memenuhi kebutuhan ekspor gurita melalui kerja sama dengan PT Kenndo Manajemen Indonesia. Selain dengan Pemprov Sulsel, Perseroda akan membangun kerja sama dengan Perusda atau Perseroda Sulteng, Sultra, NTT, dan NTB.
"Kami yakin, bisa memenuhi target ekpor dan meningkatkan pendapatan dari hasil laut ke Pasar Jepang. Go internasional pasti bisa kita wujudkan," pungkas Yasir.
Ajirushi Co. Ltd melalui anak perusahaannya di Indonesia, PT Kenndo Manajemen Indonesia saat kunjungannya ke Perseroda, menawarkan kerja sama ekspor komoditas perikanan, khususnya gurita (cephalopoda octopus). Potensi ekspor gurita ke pasar Jepang sangat besar.
Baca juga:Yasir Mahmud Diangkat Jadi Dirut Baru Perseroda Sulsel
Sulsel merupakan salah satu pusat gurita di Indonesia dengan jumlah mencapai 35 persen dari seluruh populasi di Indonesia. Namun sayangnya gurita hasil tangkapan nelayan tidak semua bisa masuk ke pasar Jepang, karena penangkapan gurita masih dilakukan secara konvensional.
Manajer Operasional PT Kenndo Manajemen Indonesia, Kenji Kuzunuki menyatakan target perusahaannya untuk mengirim gurita ke Jepang kurang lebih 300 sampai 1.000 ton per tahun dengan nilai potensial mencapai Rp70 miliar per tahun.
"Sulsel potensinya sangat besar untuk memenuhi kebutuhan hasil laut seperti gurita ke pasar Jepang. Namun, hasil tangkapan nelayan kebanyakan masih di bawah standar pasar Jepang," kata Kenji, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (7/7).
Penangkapan gurita secara konvensional dan belum adanya fasilitas memadai berupa mesin steam dan cold storage membuat gurita Sulsel banyak ditolak di Jepang.
Baca juga:Perseroda Sulsel dan Balitsereal Teken MoU Penyediaan Benih Jagung Hibrida
Kebutuhan gurita di pasar Jepang setiap tahunnya mencapai 2 ribu ton. Kenji berharap kerja sama dengan Perseroda Sulsel bisa meningkatkan jumlah ekspor gurita ke Jepang. Saat ini, ekspor gurita Sulsel baru mencapai 25 ton per tahun.
"Kita akan segera realisasikan peluang ini dan akan membangun jaringan sampai ke stakeholder perikanan khususnya nelayan dan Dinas Perikanan," ujar Direktur Utama Perseroda Sulsel , Yasir Mahmud.
Perseroda Sulsel akan membangun kerja sama untuk meningkatkan pengetahuan nelayan agar bisa memenuhi standar yang sangat ketat diterapkan di pasar Jepang. Proses selanjutnya, Perseroda akan menampung hasil tangkap nelayan yang sesuai standar dan menjamin harga bagi nelayan.
" Perseroda akan memberdayakan aset dan membangun kerja sama dengan Dinas Perikanan untuk melatih nelayan agar bisa memenuhi kebutuhan ekspor hasil laut ke pasar Jepang," kata Yasir.
Baca juga:Perseroda Sulsel Gandeng Widodo Group Kembangkan Agro Industri
Perseroda yakin bisa memenuhi kebutuhan ekspor gurita melalui kerja sama dengan PT Kenndo Manajemen Indonesia. Selain dengan Pemprov Sulsel, Perseroda akan membangun kerja sama dengan Perusda atau Perseroda Sulteng, Sultra, NTT, dan NTB.
"Kami yakin, bisa memenuhi target ekpor dan meningkatkan pendapatan dari hasil laut ke Pasar Jepang. Go internasional pasti bisa kita wujudkan," pungkas Yasir.
(luq)
Lihat Juga :