Usai Harga Gas, Industri Keramik Curhat Soal Kontainer Ekspor
Rabu, 14 Juli 2021 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
“Namun yang disyukuri, meskipun industri keramik terganggu oleh hal itu, secara keseluruhan di tahun 2020, industri keramik masih bisa tumbuh 22%,” ucapnya.
Jika dilihat dari tren pada Januari 2020 sampai sebelum kuartal IV tahun lalu, industri keramik sudah tumbuh di atas 40%. Hal itu lantaran mendapat dukungan stimulus harga gas yang membuat industri ini menjadi agresif untuk merebut pasar yang sebelumnya kalah saing.
Baca juga:Kisah Kecerdasan Ahnaf bin Qais dalam Pembebasan Persia
Lebih lanjut, walaupun harga kontainer meningkat, namun secara kuantitas industri keramik masih mendapatkan kontainer untuk mengantar ke berbagai negara tujuan ekspor.
“Pihak industri keramik masih dapat mensiasatinya. Harga yang demikian masih bisa kami lakukan untuk mengekspor. Sehingga dari Januari hingga Mei 2021 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri keramik Indonesia masih mampu bertumbuh 10% namun dengan catatan hanya ke negara tujuan Asia Tenggara,” tandasnya.
Jika dilihat dari tren pada Januari 2020 sampai sebelum kuartal IV tahun lalu, industri keramik sudah tumbuh di atas 40%. Hal itu lantaran mendapat dukungan stimulus harga gas yang membuat industri ini menjadi agresif untuk merebut pasar yang sebelumnya kalah saing.
Baca juga:Kisah Kecerdasan Ahnaf bin Qais dalam Pembebasan Persia
Lebih lanjut, walaupun harga kontainer meningkat, namun secara kuantitas industri keramik masih mendapatkan kontainer untuk mengantar ke berbagai negara tujuan ekspor.
“Pihak industri keramik masih dapat mensiasatinya. Harga yang demikian masih bisa kami lakukan untuk mengekspor. Sehingga dari Januari hingga Mei 2021 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri keramik Indonesia masih mampu bertumbuh 10% namun dengan catatan hanya ke negara tujuan Asia Tenggara,” tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :