RI-Singapura Rampungkan Pembahasan 6 Kelompok Kerja Bilateral
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:25 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyelesaikan pembahasan 6 kelompok kerja yang akan menjadi materi pada pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong dalam Leader’s retreat yang diharapkan bisa dilaksanakan tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Enam Kelompok Kerja Bilateral Singapura-Indonesia bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, di Singapura. Fokus dalam pertemuan ini terkait perkembangan kerja sama di Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya, investasi, transportasi, pariwisata, tenaga kerja, dan agribisnis.
Baca Juga: Pertemuan Indonesia-Singapura, Menko Airlangga: Hasilkan Sejumlah Kerja Sama
Kedua menteri berharap enam bidang kerja sama ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Implementasi dari rencana kerja ini diharapkan meningkatkan investasi dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong mengatakan, peningkatan investasi untuk membuka lapangan kerja akan menjadi modal bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi. Menko Airlangga pun menyambut baik peluang peningkatan investasi, mulai dari energi hijau, e-commerce, data center, hingga carbon trading.
Kedua Menteri juga membahas pentingnya green economy sebagai upaya untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Salah satu peluang kerja sama antara Indonesia dan Singapura adalah pengembangan green economy. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang merupakan aturan pelaksanaan dari UU Cipta Kerja. PP tersebut bertujuan meningkatkan kemudahan pelayanan, kelancaran dan pengawasan arus lalu lintas barang dalam pemasukan barang ke atau pengeluaran barang dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
"Untuk Kawasan BBK, dipersiapkan menjadi hub logistik internasional untuk mendukung integrasi dan persaingan industri, perdagangan, maritim dan pariwisata," ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Enam Kelompok Kerja Bilateral Singapura-Indonesia bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, di Singapura. Fokus dalam pertemuan ini terkait perkembangan kerja sama di Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya, investasi, transportasi, pariwisata, tenaga kerja, dan agribisnis.
Baca Juga: Pertemuan Indonesia-Singapura, Menko Airlangga: Hasilkan Sejumlah Kerja Sama
Kedua menteri berharap enam bidang kerja sama ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Implementasi dari rencana kerja ini diharapkan meningkatkan investasi dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong mengatakan, peningkatan investasi untuk membuka lapangan kerja akan menjadi modal bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi. Menko Airlangga pun menyambut baik peluang peningkatan investasi, mulai dari energi hijau, e-commerce, data center, hingga carbon trading.
Kedua Menteri juga membahas pentingnya green economy sebagai upaya untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Salah satu peluang kerja sama antara Indonesia dan Singapura adalah pengembangan green economy. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang merupakan aturan pelaksanaan dari UU Cipta Kerja. PP tersebut bertujuan meningkatkan kemudahan pelayanan, kelancaran dan pengawasan arus lalu lintas barang dalam pemasukan barang ke atau pengeluaran barang dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
"Untuk Kawasan BBK, dipersiapkan menjadi hub logistik internasional untuk mendukung integrasi dan persaingan industri, perdagangan, maritim dan pariwisata," ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021).
Lihat Juga :