Genjot Produktivitas Pangan, Kementan Gelar Pelatihan Sejuta Petani
Jum'at, 16 Juli 2021 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Pertanyaan yang membuat bingung para jenderal, yang dijawabnya, “Jepang jatuh, karena kita tidak belajar. Kumpulkan semua sensei yang hidup. Kita bertumpu pada mereka sekarang, bukan kekuatan militer.”
Dedi menambahkan, Kaisar Hirohito meminta para guru bekerja keras mendidik generasi muda Jepang. Hasilnya, pada 1970, Jepang bangkit sebagai kekuatan teknologi elektronik dan automotif dunia meski miskin sumber daya alam, tapi mampu mengalahkan dominasi Barat, 'karena harga produk dan suku cadangnya lebih murah."
(Baca juga:Kementan Proyeksi Pemotongan Hewan Kurban Tahun Ini Turun 10%)
Semangat dan etos kerja bangsa Jepang, katanya lagi, harus ditiru untuk meningkatkan SDM pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
“SDM adalah pengungkit utama produktivitas pertanian, barulah benih, pupuk, sarana prasarana dan alsintan yang menjadi daya dukung,” kata Dedi Nursyamsi pada sosialisasi yang dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Leli Nuryati dan Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) Roby Darmawan.
Dia pun merujuk pada pencapaian Swasembada Beras 1984 yang diakui Badan Pangan Dunia (FAO) sehingga Presiden Soeharto meraih penghargaan FAO, setelah berhasil mengubah Indonesia dari pengimpor beras pada dekade 70-an menjadi negara mandiri pangan.
Dedi menambahkan, Kaisar Hirohito meminta para guru bekerja keras mendidik generasi muda Jepang. Hasilnya, pada 1970, Jepang bangkit sebagai kekuatan teknologi elektronik dan automotif dunia meski miskin sumber daya alam, tapi mampu mengalahkan dominasi Barat, 'karena harga produk dan suku cadangnya lebih murah."
(Baca juga:Kementan Proyeksi Pemotongan Hewan Kurban Tahun Ini Turun 10%)
Semangat dan etos kerja bangsa Jepang, katanya lagi, harus ditiru untuk meningkatkan SDM pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
“SDM adalah pengungkit utama produktivitas pertanian, barulah benih, pupuk, sarana prasarana dan alsintan yang menjadi daya dukung,” kata Dedi Nursyamsi pada sosialisasi yang dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Leli Nuryati dan Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) Roby Darmawan.
Dia pun merujuk pada pencapaian Swasembada Beras 1984 yang diakui Badan Pangan Dunia (FAO) sehingga Presiden Soeharto meraih penghargaan FAO, setelah berhasil mengubah Indonesia dari pengimpor beras pada dekade 70-an menjadi negara mandiri pangan.
Lihat Juga :