Jelang Idul Adha, Pertamina Sulawesi Tambah Pasokan Tabung LPG
Senin, 19 Juli 2021 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
"Selama masa PPKM ini, kami pastikan pasokan BBM aman dan penerapan protokol kesehatan di SPBU dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19," terang Laode.
Selama bulan Juli, dalam rangka menyambut Idul Adha 1442 Hijriah, Pertamina memberikan promo khusus untuk LPG Non-Subsidi jenis Bright Gas yang dapat dengan mudah dipesan melalui layanan Pertamina Call Center 135.
Baca Juga: Direktur Pertamina Pantau Kesiapan Pertamedika di RS Darurat Covid-19 Asrama Haji
Pertamina memberikan promo spesial kepada pelanggan setia bright gas berupa promo biaya trade in, tukar LPG 3 Kg ke Bright Gas) yang berlaku hingga 31 Juli 2021 dengan rincian diskon Rp123.000,- untuk penukaran 1 tabung Elpiji 3 kg (kosong) dengan 1 Bright Gas 5,5 kg (Isi), diskon Rp135.000,- untuk penukaran 2 tabung Elpiji 3 kg (kosong) dengan 1 Bright Gas 12 kg (isi).
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar membeli LPG melalui pangkalan resmi Pertamina atau di SPBU. Kami juga mengharapkan sinergi antar instansi terutama Disperindag dan Kepolisian untuk turut aktif menindak pengecer yang menjual harga diatas HET, karena itu sudah bukan ranah pengawasan kami,” ujar Laode.
Selama bulan Juli, dalam rangka menyambut Idul Adha 1442 Hijriah, Pertamina memberikan promo khusus untuk LPG Non-Subsidi jenis Bright Gas yang dapat dengan mudah dipesan melalui layanan Pertamina Call Center 135.
Baca Juga: Direktur Pertamina Pantau Kesiapan Pertamedika di RS Darurat Covid-19 Asrama Haji
Pertamina memberikan promo spesial kepada pelanggan setia bright gas berupa promo biaya trade in, tukar LPG 3 Kg ke Bright Gas) yang berlaku hingga 31 Juli 2021 dengan rincian diskon Rp123.000,- untuk penukaran 1 tabung Elpiji 3 kg (kosong) dengan 1 Bright Gas 5,5 kg (Isi), diskon Rp135.000,- untuk penukaran 2 tabung Elpiji 3 kg (kosong) dengan 1 Bright Gas 12 kg (isi).
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar membeli LPG melalui pangkalan resmi Pertamina atau di SPBU. Kami juga mengharapkan sinergi antar instansi terutama Disperindag dan Kepolisian untuk turut aktif menindak pengecer yang menjual harga diatas HET, karena itu sudah bukan ranah pengawasan kami,” ujar Laode.
(agn)
Lihat Juga :