Wakil Ketua Komisi XI DPR: Stop Proyek Tak Terkait Penanganan Pandemi, Bangun Ketahanan Pangan
Selasa, 20 Juli 2021 - 17:01 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi meminta pemerintah ubah langkah penanganan pandemi melalui tiga hal. Stop proyek yang tidak terkait penanganan pandemi, pengetatan pelaksanaan PPKM Darurat dan bangun ketahanan pangan.
“Kita tetap menaruh optimisme atas pertumbuhan ekonomi nasional. Agar lebih optimal saya menyarankan agar pemerintah melakukan penyesuaian atas anggaran. Kita belum tahu seperti apa akhir dari pandemi saat ini dan berapa lama,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/7/2021).
(Baca juga:Komisi XI DPR Kritik Wacana Pajak Sembako)
Dia menjelaskan lonjakan kasus Covid-19 membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi mengalami koreksi. Saat ini Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi, dari kisaran 4,6% menjadi 3,8% sepanjang tahun 2021.
Pun juga dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga merevisi target pertumbuhan ekonomi di angka 3,7% hingga 4,5%, dari yang tadinya di kisaran 4,3% hingga 5,3% sepanjang 2021. “Kami menilai dengan perkembangan terbaru yang ada maka sudah saatnya dilakukan perubahan fokus anggaran,” katanya.
“Kita tetap menaruh optimisme atas pertumbuhan ekonomi nasional. Agar lebih optimal saya menyarankan agar pemerintah melakukan penyesuaian atas anggaran. Kita belum tahu seperti apa akhir dari pandemi saat ini dan berapa lama,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/7/2021).
(Baca juga:Komisi XI DPR Kritik Wacana Pajak Sembako)
Dia menjelaskan lonjakan kasus Covid-19 membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi mengalami koreksi. Saat ini Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi, dari kisaran 4,6% menjadi 3,8% sepanjang tahun 2021.
Pun juga dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga merevisi target pertumbuhan ekonomi di angka 3,7% hingga 4,5%, dari yang tadinya di kisaran 4,3% hingga 5,3% sepanjang 2021. “Kami menilai dengan perkembangan terbaru yang ada maka sudah saatnya dilakukan perubahan fokus anggaran,” katanya.
Lihat Juga :