Banyak Risiko, Pemulihan Ekonomi Global Diramal Tidak Merata

Rabu, 21 Juli 2021 - 16:56 WIB
loading...
Banyak Risiko, Pemulihan...
Menkeu Sri Mulyani. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemulihan ekonomi global sehubungan kondisi pandemi Covid-19 diproyeksikan akan tidak merata. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, sejak dihantam virus Covid-19 pada awal 2020 lalu, ekonomi global memang menunjukkan tanda pemulihan namun hal ini tak dirasakan secara merata di setiap negara.

Menurut dia, akses vaksinasi dan kemampuan stimulus setiap negara yang berbeda menjadi penyebab utamanya. Adapun, risiko pertama yang harus dihadapi adalah kehadiran varian Delta.

"Tanda-tanda pemulihan ekonomi di semester I dan ini enggak merata karena sejumlah resiko. Pemulihan ekonomi tidak merata karena adanya distribusi vaksin dan stimulus," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Belajarlah Pemulihan Ekonomi hingga ke Negeri Singa

Dia melanjutkan, vaksinasi yang tidak merata antar negara maupun satu negara juga bisa membuat varian Delta terus menyebar dengan cepat. "Kalau yang memiliki vaksin itu belum tentu warganya mau divaksin, juga terjadi di berbagai negara lainnya. Untuk yang belum memiliki vaksin, akses jadi persoalan besar seperti Afrika dan Asia. Akses vaksinasi dan penetrasi vaksinasi menyebabkan risiko karena Covid-19 ini selama belum bisa dikelola dan ditangani, dia juga akan memicu penularan dan bermutasi jadi jenis yang berubah seperti varian Delta yang sangat mudah menular," paparnya.

Baca juga: Disepelekan, 3 Vaksin Buatan Thailand Justru Mampu Redam Keganasan Delta

Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan, kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) telah terjadi dalam 2 bulan berturut-turut hingga di atas 5%. Angka ini jauh dari target yang dipatok 2%. Kondisi ini bisa memukul daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah dan mengancam pemulihan global.

"Selain itu, menimbulkan proyeksi kapan Fed (bank sentral AS) merespon kenaikan inflasi tersebut dengan kenaikan suku bunga atau tapering off terhadap kebijakan yaitu mengurangi pembelian aset dan surat berharga pada perekonomian," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
Pamit dari Kemenkeu,...
Pamit dari Kemenkeu, Sri Mulyani Menangis
Reshuffle Menkeu Jadi...
Reshuffle Menkeu Jadi Kabar Baik, Analis: Momentum Kembalikan Politik Anggaran ke Amanat Konstitusi
Sri Mulyani Mundur atau...
Sri Mulyani Mundur atau Dicopot? Istana Buka Suara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved