Kesadaran Menggunakan BBM Kualitas Tinggi Terus Meningkat

Kamis, 22 Juli 2021 - 10:03 WIB
loading...
Kesadaran Menggunakan...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Konsumsi BBM berkualitas tinggi belakangan ini cenderung meningkat. Berdasarkan laporan, konsumsi Pertamax Series dan Dex Series berada di atas angka 11 persen sedangkan penggunaan BBM dengan oktan paling rendah berada di bawah 10 persen.

Ketua Ikatan Ahli Bahan Bakar Indonesia Iman Kartolaksono Reksowardojo menilai positif peningkatan BBM kualitas tinggi yang dibarengi dengan penurunan konsumsi BBM RON rendah. Guna meningkatkan konsumsi BBM RON tinggi penggendara harus terus diberikan edukasi terkait dampak menggunakan BBM kualitas tinggi serta bahaya menggunakan BBM kualitas rendah.

"Penggunaan BBM oktan rendah, selain menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan juga dalam kasus ekstrim bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang pada kendaraan," kata dia, Kamis (21/7/2021).

Baca Juga: Ingin Pertamax Tambah Merakyat? Segera Hapus BBM Oktan Rendah

Menurut dia kabar peningkatan konsumsi BBM kualitas tinggi cukup menggemberikan, artinya kesadaran masyarakat sudah mulai terbangun dengan baik. Keunggulan lain BBM RON tinggi tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi, untuk tidak menyala dengan sendirinya. "Dengan demikian, pembakaran yang terjadi pada BBM oktan tinggi, hanya berasal dari api busi. Bukan karena temperatur dan tekanan yang tinggi yang berasal bukan dari busi," ujarnya.

Kebanyakan kasus, kata Iman, BBM RON rendah memang menjadi penyebab knocking. Secara termodinamika, knocking terjadi karena BBM RON rendah tidak tahan terhadap tekanan atau temperatur tinggi, sehingga BBM bisa terbakar sebelum waktunya untuk dinyalakan api dari busi. Pemakaian BBM RON rendah juga, lanjut Iman, juga terjadi meski kendaraan dilengkapi dengan articial intelligence (AI).

Meski pemrograman AI akan membuat mesin lebih fleksibel terhadap kualitas BBM yang dikonsumsi, namun pada dasarnya BBM RON rendah merugikan, terutama dalam jangka panjang. "Tetapi tetap saja ada batasnya. Dan konsuensinya terhadap kinerja yang menurun, efisensi menurun, dan emisi memburuk," kata Iman yang juga anggota Komite Teknis Bahan Bakar Fosil dan Nabati itu.

Untuk itu, Imam mengingatkan pentingnya menggunakan BBM dengan angka oktan tinggi, tidak hanya bagi kendaraan roda empat, namun juga sepeda motor. Karena spesifikasi mesin kendaraan keluaran terbaru memang dirancang untuk BBM dengan RON yang tinggi.

"Kalau mesinnya dirancang untuk oktan tinggi maka harus mempergunakan BBM dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan," jelas dia.

Hal senada juga dikatakan oleh Pengamat otomotif Anton Fiat. Pihaknya terus mengajak pengendara beralih menggunakan BBM RON tinggi, seperti Pertamax Series. Pasalanya tak hanya membuat kendaraan mondar mandiri ke bengkel, penggunaan RON rendah bisa meningkatkan risiko kerusakan mesin yang fatal.

Tak hanya itu, kendaraan juga bakal lebih terdengar kasar sehingga bisa menyebankan menurunkan performa atau unjuk kerja kendaraan bila konsusmsi BBM RON rendah. "Secara otomatis itu akan mempengaruhi kepada kualitas udara. Udara pun akan menjadi kotor secara tak kasat mata," kata dia.

Berdasarkan data IQAir.com pada 19 Juli 2021 pukul 04.00 WIB indeks kualitas udara Jakarta tercatat mencapai 162 dalam katagori tidak sehat dan menempati uratan pertama sebagai udara terburuk dunia. Sementara konsentrasi polusi PM 2.5 tercatat mencapai 76,2 µg/m³.

Parahnya lagi, buruknya kualitas udara Jakarta ini juga dinilai bisa menimbulkan kesehatan mental. Buktinya, Vaay – perusahaan produsen produk suplemen kesehatan dan CBD yang berbasis di Berlin – memasukkan Jakarta dalam daftar 10 kota dengan tingkat stres tertinggi di dunia pada 2021. Berdasarkan laporan The Least and Most Stressful Cities Index 2021, Jakarta berada di posisi sembilan dengan skor akhir 41,8 dari skala 0-100 poin. Semakin rendah skornya, maka tingkat stres di kota tersebut kian tinggi.

Tak hanya itu, semakin tinggi kandungan oktannya, maka semakin baik kualitas BBM dan performa yang dihasilkan oleh mesin. Produk-produk Pertamax Series mampu meningkatkan akselerasi atau kecepatan kendaraan, membuat mesin lebih responsif, serta mampu melindungi mesin lebih awet dan tahan lama karena pembakaran yang lebih efesien dan bebas karat.

Baca Juga: Sering Isi Bensin Oktan Rendah, Simak Risikonya!

Selain itu, produk Pertamax Series merupakan produk yang ramah lingkungan karena kandungan sulfur yang rendah sehingga buangan gas emisi dengan karbon lebih sedikit. Untuk kandungan sulfur Pertamax maksimal 500 ppm, sementara kandungan sulfur Pertamax Turbo tidak lebih dari 50 ppm dengan kata lain setara Euro IV.

Sebab itu, lanjut Anton, BBM RON rendah memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, sehingga pembuangannya membuat kualitas udara lebih buruk. "Udah gitu, membuat mesin mengelitik (knocking), bahkan terburuk, berpotensi membuat ruang bakar berlubang," beber dia.

Pengendara, lanjut dia, harus cermat dalam memilih BBM dengan kualitas bagus seperti penggunaan BBM dengan RON kualitas baik. Lantaran, dengan kualitas baik, secara otomatis mesin kendaraan mencerna dengan baik," jelas dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Rekomendasi
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Berita Terkini
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved