Menteri BUMN Ajak Indra Rudiansyah Kembangkan Vaksin di Indonesia

Jum'at, 23 Juli 2021 - 15:23 WIB
loading...
Menteri BUMN Ajak Indra...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok Okezeone/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN, Erick Thohir mengajak Indra Rudiansyah, seorang karyawan PT Bio Farma (Persero) yang tengah menyelesaikan studi S3 Program Clinical Medicine di University of Oxford, London, untuk mengembangkan vaksin di Indonesia. Khususnya, vaksin BUMN dan Merah Putih.

Indra pun diajak kembali ke Tanah Air usai menyelesaikan studi S3-nya di kampus terkemuka di Inggris tersebut. Diketahui, Indra juga terlibat dalam tim Jenner Institute pimpinan Profesor Sarah Gilbert dalam uji klinis vaksin AstraZeneca yang saat ini juga sudah digunakan di Indonesia.

Baca juga: Jadi Bagian Pengujian Vaksin AstraZeneca, Indra Rudiansyah Bikin Erick Thohir Bangga dan Haru

Erick menilai, lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat itu memiliki peran besar untuk mendorong pengembangan vaksin di dalam negeri. Pasalnya, produksi vaksin di Indonesia tidak saja digunakan untuk penanganan Covid-19, namun juga diperuntukkan bagi sejumlah penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) hingga malaria. Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah terinfeksi TBC tertinggi di dunia.

"Mudah-mudahan ketika balik bisa bantu nih Indonesia, kenapa? Ya tadi, yang Indra bilang, bahwa vaksin ini penting tidak hanya yang namanya Covid-19, tapi yang basic-nya aja dulu, apakah yang namanya malaria, TBC yang memang salah satu tertinggi kita di dunia," kata Erick saat melakukan live Instagram bersama Indra, Jumat (23/7/2021).

Menurut Erick, uaya transformasi BUMN tidak saja dilakukan pada aspek bisnis model, namun pada aspek sistem atau sumber daya yang dimiliki perusahaan. Khusus Bio Farma dan anggota Holding BUMN Farmasi, pemegang saham menginginkan adanya pembaharuan sistem baru dalam meningkatkan kapasitas produksi vaksin.

Baca juga: Sinovac: Vaksin Kami Efektif Melawan COVID-19 Varian Delta

Meskipun Bio Farma sudah melakukan distribusi vaksin ke sejumlah negara, untuk kasus vaksin Covid-19 perseroan pelat merah itu harus memperbaharui sistem produksi yang baru.

"Kita sendiri (sistem) itu kurang, kalau kita boleh ngomong jujur kan. Karena itu juga dan karena ada Covid-19 ini mau tidak mau dengan transformasi yang kita minta di BUMN, Bio Farma pun kemarin bertransformasi," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Rekomendasi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Berita Terkini
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved