Raup Pendapatan Rp4.863 Miliar, MNCN Catatkan Kenaikan Laba 25%
Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Manajemen MNCN menjelaskan, untuk pendapatan konten di kuartal II 2021 mengalami peningkatan sebesar 4 persen (YoY) menjadi Rp349,8 miliar dibandingkan sebelumnya yaitu Rp336,5 miliar di Q2-2020. Sebaliknya, pendapatan konten di H1-2021 mengalami penurunan sebesar 10 persen (YoY) dari Rp807,9 miliar di tahun 2020 menjadi Rp727 miliar, yang mewakili konten yang dipasok ke TV FTA milik MNCN. Pendapatan konten yang berasal dari pihak ketiga (ditampilkan sebagai pendapatan konten setelah eliminasi) tercatat sebesar Rp221,9 miliar pada semester I 2021.
MNCN mencatat, total pendapatan yang dicapai pada semester I 2021 tercatat sebesar Rp4.863 miliar, mengalami peningkatan sebesar 23 persen (YoY) dari Rp3.967 miliar pada semester I 2020. Peningkatan pendapatan perseroan tidak terlepas dari kontribusi pendapatan iklan yang pada kuartal II 2021 menorehkan pertumbuhan sebesar 47 persen (YoY) menjadi Rp2.655 miliar dibandingkan periode sama di tahun lalu yang sebesar Rp1.803 miliar.
Menjulangnya pendapatan, tentu saja berdampak positif terhadap raihan laba perseroan. MNCN membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25 persen (YoY) menjadi Rp843,2 miliar pada kuartal II 2021 dibandingkan Rp674,9 miliar di tahun sebelumnya. Dengan mengecualikan nilai penyesuaian forex, laba bersih dibukukan sebesar Rp745,8 miliar dibandingkan Rp466,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mewakili peningkatan sebesar 60 persen (YoY) dengan marjin laba bersih sebesar 27 persen.
Untuk semester I 2021, laba bersih perseroan mengalami peningkatan sebesar 26 persen (YoY) menjadi Rp1.264 miliar dari Rp1.008 miliar pada periode yang sama tahun lalu. MNCN juga menorehkan hasil yang baik dengan membukukan peningkatan yang signifikan dalam pendapatan konsolidasi sebesar 40 persen (YoY) di kuartal II 2021 menjadi Rp2.722 miliar dari Rp1.951 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun EBITDA MNCN tercatat sebesar Rp1.155 miliar pada Q2-2021 dibandingkan Rp892,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mewakili margin EBITDA sebesar 42 persen. Sementara pada semester I 2021, EBITDA perseroan mengalami peningkatan sebesar 18 persen menjadi Rp2.108 miliar dari Rp1.787 miliar tahun lalu, mewakili margin EBITDA sebesar 43 persen. Pada semester I 2021, total liabilitas mengalami penurunan secara signifikan sebesar 18 persen menjadi Rp3.659 miliar dibandingkan sebelumnya sebesar Rp4.461 miliar pada Desember 2020.
Baca juga:YouTube Sanksi Sky News Australia Tak Boleh Unggah Konten Baru
MNCN mencatat, total pendapatan yang dicapai pada semester I 2021 tercatat sebesar Rp4.863 miliar, mengalami peningkatan sebesar 23 persen (YoY) dari Rp3.967 miliar pada semester I 2020. Peningkatan pendapatan perseroan tidak terlepas dari kontribusi pendapatan iklan yang pada kuartal II 2021 menorehkan pertumbuhan sebesar 47 persen (YoY) menjadi Rp2.655 miliar dibandingkan periode sama di tahun lalu yang sebesar Rp1.803 miliar.
Menjulangnya pendapatan, tentu saja berdampak positif terhadap raihan laba perseroan. MNCN membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25 persen (YoY) menjadi Rp843,2 miliar pada kuartal II 2021 dibandingkan Rp674,9 miliar di tahun sebelumnya. Dengan mengecualikan nilai penyesuaian forex, laba bersih dibukukan sebesar Rp745,8 miliar dibandingkan Rp466,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mewakili peningkatan sebesar 60 persen (YoY) dengan marjin laba bersih sebesar 27 persen.
Untuk semester I 2021, laba bersih perseroan mengalami peningkatan sebesar 26 persen (YoY) menjadi Rp1.264 miliar dari Rp1.008 miliar pada periode yang sama tahun lalu. MNCN juga menorehkan hasil yang baik dengan membukukan peningkatan yang signifikan dalam pendapatan konsolidasi sebesar 40 persen (YoY) di kuartal II 2021 menjadi Rp2.722 miliar dari Rp1.951 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun EBITDA MNCN tercatat sebesar Rp1.155 miliar pada Q2-2021 dibandingkan Rp892,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mewakili margin EBITDA sebesar 42 persen. Sementara pada semester I 2021, EBITDA perseroan mengalami peningkatan sebesar 18 persen menjadi Rp2.108 miliar dari Rp1.787 miliar tahun lalu, mewakili margin EBITDA sebesar 43 persen. Pada semester I 2021, total liabilitas mengalami penurunan secara signifikan sebesar 18 persen menjadi Rp3.659 miliar dibandingkan sebelumnya sebesar Rp4.461 miliar pada Desember 2020.
Baca juga:YouTube Sanksi Sky News Australia Tak Boleh Unggah Konten Baru
Lihat Juga :