Jajak Pendapat Reuters: Ekonomi RI Kuartal II Tumbuh di Atas 6%
Selasa, 03 Agustus 2021 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
Analis mengatakan perkiraan rebound untuk kuartal kedua didasarkan pada berbagai data positif, termasuk kenaikan penjualan mobil, sepeda motor, dan semen, rekor tertinggi dalam indeks manajer pembelian, serta ekspor yang melonjak.
Namun, beberapa pihak mengatakan perkiraan tingkat pertumbuhan yang tinggi sebagian besar merupakan akibat dari efek dasar (base effect) karena aktivitas ekonomi anjlok ketika pandemi pertama kali melanda Indonesia pada kuartal kedua tahun lalu.
Analis Bank of America Mohamed Faiz Nagutha menggambarkan perkiraan pertumbuhan 7% sebagai "underwhelming" dan mencatat bahwa secara triwulanan, disesuaikan secara musiman, "PDB kemungkinan akan tetap datar hingga sedikit naik" dibandingkan dengan Januari-Maret.
Sementara itu, gelombang baru infeksi Covid-19 yang menghancurkan, didorong oleh varian Delta yang sangat mudah menular, dan pembatasan mobilitas yang diberlakukan sejak Juli untuk menahan penyebaran virus diperkirakan akan menghambat pertumbuhan, kata para analis.
Pihak berwenang telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 mereka karena pembatasan. Bank sentral bulan lalu memangkas prospek 2021 menjadi 3,5% menjadi 4,3% dari 4,1% menjadi 5,1% sebelumnya.
Namun, beberapa pihak mengatakan perkiraan tingkat pertumbuhan yang tinggi sebagian besar merupakan akibat dari efek dasar (base effect) karena aktivitas ekonomi anjlok ketika pandemi pertama kali melanda Indonesia pada kuartal kedua tahun lalu.
Analis Bank of America Mohamed Faiz Nagutha menggambarkan perkiraan pertumbuhan 7% sebagai "underwhelming" dan mencatat bahwa secara triwulanan, disesuaikan secara musiman, "PDB kemungkinan akan tetap datar hingga sedikit naik" dibandingkan dengan Januari-Maret.
Sementara itu, gelombang baru infeksi Covid-19 yang menghancurkan, didorong oleh varian Delta yang sangat mudah menular, dan pembatasan mobilitas yang diberlakukan sejak Juli untuk menahan penyebaran virus diperkirakan akan menghambat pertumbuhan, kata para analis.
Pihak berwenang telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 mereka karena pembatasan. Bank sentral bulan lalu memangkas prospek 2021 menjadi 3,5% menjadi 4,3% dari 4,1% menjadi 5,1% sebelumnya.
Lihat Juga :