Banyak Promo Spesial, Kian Hemat Belanja Pakai Kartu Kredit MNC Bank (BABP)
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 20:26 WIB
loading...
Penggunaan kartu kredit dan belanja daring bisa membuat kita berhemat. Ada banyak program promosi, cashback, voucher, dan poin yang disediakan MNC Bank dan e-commerce. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Aktivitas berbelanja kebutuhan sehari-hari secara daring menunjukkan tren positif selama pandemi Covid-19. Kondisi ini sejalan dengan survei McKinsey & Company pada April 2020 terhadap 711 orang.
Survei ini berjudul Implications of Covid-19 for Retail and Consumer Goods in Indonesia. McKinsey mencatat dalam hasil surveinya dari 711 responden, 36% responden lebih banyak menggunakan aplikasi e-commerce untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari dan 40% responden menyatakan akan memanfaatkan aplikasi e-commerce untuk berbelanja.
Baca Juga: Transaksi Digital Meroket, MotionBanking dari MNC Bank (BABP) Bagi-bagi Ribuan Smartphone!
Salah satu contoh masyarakat yang menghadapi pergeseran pola belanja ini adalah Agung Nugraha (36). Agung Nugraha semakin sering menggunakan layanan belanja daring sejak Covid-19 mewabah.
Agung menghindari pasar dan pusat perbelanjaan karena khawatir terpapar Covid-19. Ia rutin membeli kebutuhan rumah tangga dan bahan makanan lewat banyak aplikasi dan e-commerce.
"Pembatasan sosial tidak menghilangkan nilai transaksi dan volume transaksi saya. Perubahan memang terjadi dari luring ke daring. Anggaran saya untuk liburan, saya alihkan untuk membeli kebutuhan rumah. Saya membeli kursi dan ring light untuk meningkatkan kenyamanan Work From Home (WFH). Jadi jumlah nilai belanja saya menggunakan kartu kredit atau debit tidak banyak berubah,” ujar Agung di Jakarta, Jumat (6/8/2021).
Volume kunjungan publik untuk belanja ke toko fisik juga menurun. McKinsey mencatat 40% responden menyatakan akan mengurangi frekuensi belanja secara fisik, seperti ke pasar tradisional dan toko ritel. Survei McKinsey & Company pada November 2020 menyatakan, 9 dari 10 orang Indonesia telah mencoba perilaku belanja baru.
Survei ini berjudul Implications of Covid-19 for Retail and Consumer Goods in Indonesia. McKinsey mencatat dalam hasil surveinya dari 711 responden, 36% responden lebih banyak menggunakan aplikasi e-commerce untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari dan 40% responden menyatakan akan memanfaatkan aplikasi e-commerce untuk berbelanja.
Baca Juga: Transaksi Digital Meroket, MotionBanking dari MNC Bank (BABP) Bagi-bagi Ribuan Smartphone!
Salah satu contoh masyarakat yang menghadapi pergeseran pola belanja ini adalah Agung Nugraha (36). Agung Nugraha semakin sering menggunakan layanan belanja daring sejak Covid-19 mewabah.
Agung menghindari pasar dan pusat perbelanjaan karena khawatir terpapar Covid-19. Ia rutin membeli kebutuhan rumah tangga dan bahan makanan lewat banyak aplikasi dan e-commerce.
"Pembatasan sosial tidak menghilangkan nilai transaksi dan volume transaksi saya. Perubahan memang terjadi dari luring ke daring. Anggaran saya untuk liburan, saya alihkan untuk membeli kebutuhan rumah. Saya membeli kursi dan ring light untuk meningkatkan kenyamanan Work From Home (WFH). Jadi jumlah nilai belanja saya menggunakan kartu kredit atau debit tidak banyak berubah,” ujar Agung di Jakarta, Jumat (6/8/2021).
Volume kunjungan publik untuk belanja ke toko fisik juga menurun. McKinsey mencatat 40% responden menyatakan akan mengurangi frekuensi belanja secara fisik, seperti ke pasar tradisional dan toko ritel. Survei McKinsey & Company pada November 2020 menyatakan, 9 dari 10 orang Indonesia telah mencoba perilaku belanja baru.
Lihat Juga :