alexametrics

New Normal di BUMN, Erick Thohir Kedepankan Penggunaan Teknologi

loading...
New Normal di BUMN, Erick Thohir Kedepankan Penggunaan Teknologi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengedepankan, penggunaan teknologi untuk memudahkan pekerjaan dalam menerapkan New Normal di lingkungan perusahaan pelat merah. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengedepankan, penggunaan teknologi untuk memudahkan pekerjaan dalam menerapkan New Normal di lingkungan perusahaan pelat merah. Menurut Erick, penerapan new normal ini menjadi sebuah keharusan.

"Nantinya para era distrubsi berjalan, tetapi hari ini sekarang distrubsinya cepat banget. Nah karena itu teknologi sesuatu yang tak bisa kita hindarkan," kata Erick saat satuan tugas (Satgas) lawan Covid-19 DPR RI memastikan kesiapan pemerintah jelang penerapan tatanan normal baru atau new normal.

Ia mengaku saat ini sudah 100% perusahaan BUMN menyetorkan protokol dalam rangka menghadapi new normal. Selain itu perusahaan BUMN juga telah membentuk task force penanganan COVID-19 dengan fokus perhatian khususnya pada melakukan antisipasi skenario new normal.



"Tentu disini dari hasil masukan atau protokolnya mereka kita bisa melihat ada bahwa suka tidak suka ada fleksibility bekerja karena memang masing," kata Erick.

Dia melanjutkan telah membentuk task force penanganan COVID-19 dengan fokus perhatian khususnya pada melakukan antisipasi skenario new normal. Setiap BUMN juga telah menyusun protokol penanganan COVID-19, khususnya tidak hanya terbatas pada proteksi human capital seperti karyawan, pelanggan, pemasok, mitra bisnis dan stakeholders lainnya.

"Tentu disini dari hasil masukan atau protokolnya mereka kita bisa melihat ada bahwa suka tidak suka ada fleksibility bekerja," pungkasnya.

Sebelumnya Erick Thohir menjelaskan, dalam new normal sistem bekerja akan berubah tidak seperti biasanya. Bahkan, pihaknya telah melakukan pemetaan pada BUMN. Lanjutnya ada BUMN yang cara kerjanya bisa jaga jarak bahkan jarak jauh (long distance).
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top