Kang Emil Ingin Jabar Jadi Pusat Investasi di ASEAN

Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:13 WIB
loading...
Kang Emil Ingin Jabar...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil atawa Kang Emil meminta Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi pusat investasi di kawasan ASEAN. Berbagai langkah perlu diambil untuk menarik minat investor yang bedol desa dari China.

"Kita harus naik kelas, dari yang sebelumnya menjadi pusat investasi nasional, ke depan harus menjadi pusat investasi di kawasan ASEAN. Jadi semua harus gerak," kata Ridwan Kamil pada launching “Ekosistem Investasi Jawa Barat” yang digelar secara daring, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Lawan Varian Delta, Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Perlahan Tumpul Efektivitasnya

Menurut dia, Jawa Barat tidak boleh kalah dibandingkan daerah lain atau bahkan negara lainnya di ASEAN, seperti Vietnam. Jabar harus mejadi tujuan bagi investor yang bedol desa dari Tiongkok.

Ridwan Kamil mengklaim, selama ini iklim investasi di Jabar cukup baik. Jabar menjadi tujuan investor di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan pencapaian investasi selama ini yang cukup tinggi. Pada semester I-2021 misalnya, investasi Jabar tumbuh 11,2% dengan pencapaian sekitar Rp72,46 triliun.

"Jabar juga lebih siap. Infrastruktur Jabar memadai, SDM memadai, dan pelayanan investasi yang baik. Saya yakin jika itu terus dipetahankan, Jabar akan menjadi tujuan investasi ASEAN," beber dia.

Dia yakin, jika investor terus berdatangan ke Jabar, ekonomi Jabar akan tumbuh. Apalagi, saat ini Jabar sedang menunggu perpres terkait Jabar utara dan selatan. Sehingga nanti akan hadir ratusan triliun untuk pembangunan dan industri. Utara untuk industri dan selatan untuk kesetaraan ekonomi berbasis kelautan dan pertanian.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto mengatakan, kontribusi investasi terhadap perekonomian Jawa Barat yang mencapai 25% diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di tahun 2021. Investasi menjadi penting untuk terus didorong, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Dalam jangka pendek, khususnya di masa pandemi, investasi akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga pendapatan meningkat. Realisasi investasi juga membantu meningkatkan pendapatan pemerintah sehingga berdampak pada kapasitas fiskal. Sementara untuk jangka panjang, penanaman modal secara berkesinambungan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sehingga dapat mencapai angka pertumbuhan seperti pra-pandemi atau bahkan lebih tinggi lagi," beber dia.

Baca juga: Syarat Umroh Bagi Perempuan Serta Wajib Tidaknya Mahram yang Mendampingi

Menurut Herawanto, investasi tidak hanya terbatas pada proyek-proyek atau industri besar sedang, namun juga industri kecil menengah dan UMKM. Berbagai potensi yang dimiliki Jawa Barat seperti jumlah penduduk yang besar, kekayaan alam yang berlimpah dan diperkuat denggan tingkat kreativitas masyarakat yang tinggi telah mendorong lahirnya UMKM potensial yang dapat menggerakkan ekonomi Jawa Barat.

Jumlah UMKM di Jawa Barat yang mencapai 10,91 juta diperkirakan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karenanya, pembentukan ekosistem investasi Jawa Barat juga mencakup berbagai upaya penguatan dan dukungan UMKM sebagai salah satu potensi investasi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved