Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:14 WIB
loading...
Tips MotionTrade: Jangan...
Investor perlu waspada terhadap tawaran investasi yang terdengar terlalu menggiurkan. MotionTrade telah merangkum beberapa contoh modus investasi ilegal yang perlu diwaspadai investor. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di era digital, akses investasi semakin mudah melalui berbagai aplikasi dan platform online. Namun, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan investasi ilegal yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Investor perlu waspada terhadap tawaran investasi yang terdengar terlalu menggiurkan. Tidak ada investasi yang bebas risiko, sehingga penting untuk selalu melakukan pengecekan legalitas dan memahami produk sebelum menanamkan dana. MotionTrade telah merangkum beberapa contoh modus investasi ilegal yang perlu diwaspadai investor, yaitu:

1. Skema Ponzi (Piramida)
Skema ponzi atau piramida adalah bentuk modus penipuan bodong yang perlu diwaspadai investor. Dalam modus ini, keuntungan diperoleh bukan dari bisnis usaha, tetapi dari dana investasi investor yang merupakan anggota baru. Skema seperti ini biasanya berjalan lancar pada awalnya, tetapi akan runtuh ketika jumlah investor baru tidak lagi cukup untuk membayar investor lama.

Baca Juga: Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal

2. Binary Option
Binary option merupakan bentuk perjudian yang berkedok investasi. Banyak orang terjebak dengan cara ini dan menganggap bahwa ini adalah bagian dari investasi. Binary option merupakan praktik bertaruh dengan naik turunnya harga saham di mana pengguna harus menebak apakah harga suatu aset akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Apabila tebakan benar, pengguna mendapat keuntungan. Jika salah, maka modal yang dipertaruhkan akan hangus.



3. Skema Pump & Dump
Bentuk penipuan pada pasar saham dengan proses menggiring opini melalui publik figur untuk memanipulasi pasar saham sehingga terjadi lonjakan kenaikan harga saham. Pelaku biasanya menargetkan saham murah atau perusahaan kecil dengan likuiditas rendah. Saham jenis ini mudah digerakkan karena transaksi kecil saja sudah cukup memicu kenaikan harga signifikan. Setelah harga naik dan minat investor meningkat, pelaku melepas sahamnya secara masif. Aksi ini membuat harga anjlok drastis dan meninggalkan investor lain yang membeli di puncak dalam kondisi merugi.

Baca Juga: Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal

4. Pengumpulan Dana
Modus selanjutnya yang juga sering terjadi adalah pengumpulan dana masyarakat oleh lembaga fiktif, yang berujung pada kasus penipuan. Pelaku biasanya menciptakan kesan seolah-olah peluang investasi hanya tersedia dalam waktu terbatas. Tujuannya agar calon investor tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan riset dan verifikasi. Jika seseorang terus mendesak Anda untuk segera mentransfer dana, sebaiknya berhati-hati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved