Tiga Ajian Buat Kaum Hawa untuk Mempertarungkan Uangnya
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, modal berani. Modal berani ini sangat perlu sebab, kata Prita, kendali 100% ada di tangan sendiri.
“Aku memulai perjalanan investasi di pasar modal sejak usia 16 tahun, tepatnya saat berkenalan dengan reksa dana. Kenapa aku bisa berani? Simpelnya karena aku mulai dengan dana terbatas dan tidak mau memikirkan fluktuasi harga dalam jangka pendek. Lalu, di usia 27 tahun mulai berani beli saham. Nggak terasa saat ini portofolio sahamku sudah ikut ‘inflasi’ alias gemuk,” ungkap Prita dalam catatannya.
Baca juga: RI Turut Evakuasi Warga Afghanistan yang Bekerja di KBRI KABUL
Untuk dapat berani menjadi investor di pasar modal Indonesia, Prita menerangkan, perempuan bisa mulai dengan tiga langkah, di antaranya:
1. Mulai dari basic seperti reksa dana pasar uang. Baru kemudian reksa dana saham. Tidak lagi pusing memilih emiten, lantaran sudah ada manajer investasi.
2. Jika sudah berjalan 3-6 bulan dan mulai paham, maka bisa merasakan feeling jual-beli dengan investasi di ETF. Produk ini adalah reksa dana tapi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
3. Membeli saham yang mudah dijual-beli (likuid). Tergolong blue chips dan mengenal perusahaannya.
“Aku memulai perjalanan investasi di pasar modal sejak usia 16 tahun, tepatnya saat berkenalan dengan reksa dana. Kenapa aku bisa berani? Simpelnya karena aku mulai dengan dana terbatas dan tidak mau memikirkan fluktuasi harga dalam jangka pendek. Lalu, di usia 27 tahun mulai berani beli saham. Nggak terasa saat ini portofolio sahamku sudah ikut ‘inflasi’ alias gemuk,” ungkap Prita dalam catatannya.
Baca juga: RI Turut Evakuasi Warga Afghanistan yang Bekerja di KBRI KABUL
Untuk dapat berani menjadi investor di pasar modal Indonesia, Prita menerangkan, perempuan bisa mulai dengan tiga langkah, di antaranya:
1. Mulai dari basic seperti reksa dana pasar uang. Baru kemudian reksa dana saham. Tidak lagi pusing memilih emiten, lantaran sudah ada manajer investasi.
2. Jika sudah berjalan 3-6 bulan dan mulai paham, maka bisa merasakan feeling jual-beli dengan investasi di ETF. Produk ini adalah reksa dana tapi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
3. Membeli saham yang mudah dijual-beli (likuid). Tergolong blue chips dan mengenal perusahaannya.
(uka)
Lihat Juga :