Reksa Dana Campuran Pilihan Absolut di Masa Pandemi

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 02:30 WIB
loading...
A A A
BASTRA diluncurkan 2,5 tahun yang lalu. Sejak BASTRA dikeluarkan, kinerja IHSG secara kumulatif dalam kondisi minus hampir 5%. Namun BASTRA menghasilkan kinerja kumulatif 59% plus, hampir 60%. Ketika IHSG tidak bergerak, BASTRA justru mampu menelurkan kinerja yang cukup baik.

Menurut Antony, di BASTRA, manajer investasi Trimegah fokus acuannya mengalahkan suku bunga deposito plus 5% dan bukan mengalahkan IHSG atau LQ45 seperti umumnya Reksa Dana Saham.

"Ketika kami fokus mengalahkan misal IHSG, kalau IHSG negatif minus 37, kami minus 20, maka kami sudah mengalahkan IHSG, akan tapi investor tetap tidak happy karena investor maunya return yang absolut, maunya positif. Perspektif ini yang berbeda di BASTRA, kami ganti objective-nya untuk mengalahkan suku bunga deposito plus 5%. Nah ternyata menarik, dan hasilnya berbeda," kata dia.

Sambung Antony menambahkan, manajer investasi Trimegah dalam membeli saham juga memastikan bahwa saham tersebut dibeli berdasarkan target return yang positif, bukan karena saham tersebut memiliki bobot tertentu di indeks saham.

Sebaliknya, jika ada proyeksi bahwa IHSG tidak akan bergerak untuk sementara waktu, maka dana yang ada bisa diinvestasikan secara fleksibel pada instrumen obligasi atau pasar uang sehingga diharapkan bisa tetap menghasilkan return yang positif untuk produk Reksa Dana Campuran BASTRA. Ini dilakukan sambil menunggu opportunity yang baik untuk kembali membeli saham yang prospektif.

Antony menyebutkan, pada 2020 kinerja BASTRA positif 22,9% sementara IHGS minus 5,1%. Hal itu terjadi karena manajer investasi Trimegah AM dapat bermanuever dengan fleksibel dan berhasil mengantisipasi situasi Covid-19 yang akan semakin parah di awal-awal masa pandemi terjadi.

"Mungkin Januari tahun lalu kita masih santai, tapi fund manager kami melihat kondisi yang kurang baik, lalu memotong alokasi saham di portofolio hingga sekitar 20%. Saat market bergerak turun 37%, kita juga turun saat itu cuma tidak turun sebanyak 37%. Dan ketika kami melihat bahwa akan ada solusi untuk situasi pandemi ini, ada vaksin dan sebagainya, ketika near the bottom kita naikkan porsi saham di portofolio. Beberapa pilihan saham contohnya Antam di Desember 2020 yang bergerak naik hampir 70%. Ada juga saham Telkom yang dibeli di kuartal 4 2020 dan profit taking dilakukan di awal Januari 2021," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Investor Mulai Investasi Reksa Dana lewat Promo Bonus Unit Penyertaan 100%
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Catatkan Prestasi Positif,...
Catatkan Prestasi Positif, PT IIM Raih Enam Penghargaan Bergengsi
Maybank Asset Management...
Maybank Asset Management Rilis Tiga Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Rekomendasi
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Berita Terkini
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved