Produksi Perikanan Laut Capai Rp132 Triliun, Kerapu dan Kakap Paling Melimpah
Senin, 23 Agustus 2021 - 11:51 WIB
loading...
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Foto/Dok KKP
A
A
A
JAKARTA - Kebutuhan protein bergizi tinggi dari ikan di level nasional maupun dunia terus meningkat. Hal itu didorong oleh ikan kerapu dan kakap yang berlimpah di Indonesia dan merupakan jenis ikan yang terbesar di dunia.
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Sakti Wahyu Trenggono memaparkan, nilai produksi di sektor perikanan laut Indonesia terhitung sekitar Rp132 triliun dengan peluang produksi melebihi 10 juta ton per tahun.
"Nilai dan peluang ini bukanlah angka yang kecil. Oleh karena itu kebijakan penangkapan ikan terukur di setiap WPP (wilayah pengelolaan perikanan) dibuat agar pengelolaan sumber daya perikanan dapat mengukur tiga faktor," ujarnya pada webinar 'Optimasi Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Terukur dan Kolaboratif' oleh TLFF Indonesia di Jakarta, Senin (23/8/2021).
Baca juga: PPKM Mau Setop atau Lanjut, Pengusaha Minta Mal Beroperasi Normal
Jika penangkapan ikan terukur, lanjut dia, sumber daya perikanan bisa mengukur tiga hal. Pertama, angka produksi dan batasan penangkapan yang menunjukkan ketahanan ekosistem untuk mendukung ketahanan pangan.
Kedua, nilai produksi yang menunjukkan ketahanan ekonomi. "Terakhir, nilai pendapatan dan kesejahteraan nelayan yang menunjukkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat," sebut dia.
Hal tersebut juga mendorong upaya pemanfaatan potensi sumber daya perikanan Indonesia yang nilai estimasinya direkomendasikan oleh Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan) termasuk pemanfaatan komoditas kakap dan kerapu.
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Sakti Wahyu Trenggono memaparkan, nilai produksi di sektor perikanan laut Indonesia terhitung sekitar Rp132 triliun dengan peluang produksi melebihi 10 juta ton per tahun.
"Nilai dan peluang ini bukanlah angka yang kecil. Oleh karena itu kebijakan penangkapan ikan terukur di setiap WPP (wilayah pengelolaan perikanan) dibuat agar pengelolaan sumber daya perikanan dapat mengukur tiga faktor," ujarnya pada webinar 'Optimasi Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Terukur dan Kolaboratif' oleh TLFF Indonesia di Jakarta, Senin (23/8/2021).
Baca juga: PPKM Mau Setop atau Lanjut, Pengusaha Minta Mal Beroperasi Normal
Jika penangkapan ikan terukur, lanjut dia, sumber daya perikanan bisa mengukur tiga hal. Pertama, angka produksi dan batasan penangkapan yang menunjukkan ketahanan ekosistem untuk mendukung ketahanan pangan.
Kedua, nilai produksi yang menunjukkan ketahanan ekonomi. "Terakhir, nilai pendapatan dan kesejahteraan nelayan yang menunjukkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat," sebut dia.
Hal tersebut juga mendorong upaya pemanfaatan potensi sumber daya perikanan Indonesia yang nilai estimasinya direkomendasikan oleh Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan) termasuk pemanfaatan komoditas kakap dan kerapu.
Lihat Juga :