Harga Minyak Anjlok, Pertamina Siapkan Dua Skenario Penjualan Migas
Selasa, 21 April 2020 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
"Shock pertama adalah bagaimana terjadinya stok yang tinggi karena ada over supply di kami, berakibat shock kedua. Dan harga turun dratis sekali. Saat harga murah, sebenarnya bisa dibeli. Namun yang terjadi di Pertamina, kondisi storage atau tangki-tangki BBM sedang dalam keadaan penuh," jelas Nicke.
Sejauh ini, Pertamina melakukan efisiensi capex dan opex, atau disebut belanja modal dan operasional. Pendapatan Pertamina masih ditopang sektor hilir sebesar 70%, namun untuk sisi profit yang menyumbang 30% revenue hanya menyumbangkan 80% profit ke perusahaan.
"Hingga saat ini retail turun 24% dibanding kondisi normal, kami berharap penurunan sampai Juni dan Agustus ada peningkatan. Secara full year, kemungkinan gasoil dan gasoline turun sebesar 20%," ungkapnya.
Sebagai informasi, harga minyak mentah berjangka AS rebound pada perdagangan hari ini setelah diperdagangkan di bawah USD0 untuk pertama kalinya dalam sejarah awal pekan ini. Akan tetapi, kenaikan tetap terbatas di tengah kekhawatiran yang belum usai mengenai bagaimana pasar dapat mengatasi hancurnya permintaan bahan bakar oleh pandemi corona.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei naik 38,73 sen pada USD1,10 per barel. Kontrak Mei berakhir pada Selasa. Sementara kontrak Juni, yang lebih aktif diperdagangkan, melonjak USD1,72 sen, atau 8,4%, menjadi USD22,15 per barel. Sementara, benchmark global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 49 sen atau 1,9%, menjadi USD26,06 per barel.
Sejauh ini, Pertamina melakukan efisiensi capex dan opex, atau disebut belanja modal dan operasional. Pendapatan Pertamina masih ditopang sektor hilir sebesar 70%, namun untuk sisi profit yang menyumbang 30% revenue hanya menyumbangkan 80% profit ke perusahaan.
"Hingga saat ini retail turun 24% dibanding kondisi normal, kami berharap penurunan sampai Juni dan Agustus ada peningkatan. Secara full year, kemungkinan gasoil dan gasoline turun sebesar 20%," ungkapnya.
Sebagai informasi, harga minyak mentah berjangka AS rebound pada perdagangan hari ini setelah diperdagangkan di bawah USD0 untuk pertama kalinya dalam sejarah awal pekan ini. Akan tetapi, kenaikan tetap terbatas di tengah kekhawatiran yang belum usai mengenai bagaimana pasar dapat mengatasi hancurnya permintaan bahan bakar oleh pandemi corona.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei naik 38,73 sen pada USD1,10 per barel. Kontrak Mei berakhir pada Selasa. Sementara kontrak Juni, yang lebih aktif diperdagangkan, melonjak USD1,72 sen, atau 8,4%, menjadi USD22,15 per barel. Sementara, benchmark global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 49 sen atau 1,9%, menjadi USD26,06 per barel.
(bon)
Lihat Juga :