Sri Mulyani: Covid-19 dan Climate Change Sama, Ancaman Bagi Orang Miskin dan Kaya
Kamis, 26 Agustus 2021 - 15:42 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati untuk kesekian kalinya kembali mengingatkan soal ancaman Climate Change atau perubahan iklim. Seperti halnya pandemi Covid-19, Climate Change dirasakan semua orang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk kesekian kalinya kembali mengingatkan soal ancaman Climate Change atau perubahan iklim. Seperti halnya pandemi Covid-19, Climate Change dirasakan semua orang. Baik itu masyarakat miskin atau orang kaya bakal terdampak perubahan iklim.
"Climate change dan Covid-19 dua masalah yang sama, dimana lintas batas negara. Mau kaya dan miskin punya ancaman yang sama yaitu covid-19. Climate change juga sama," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (26/8/2021).
Baca Juga: Dampak Perubahan Iklim, Menkeu: 1,5 Miliar Pekerja akan Terdampak
Menurutnya, kolaborasi dengan semua elemen dan kebijakan menjadi kunci untuk menangani persoalan tanpa batas. Negara harus mampu sehingga bisa meminimalisasi konsekuensi yang lebih parah. Ini juga sama dengan penanganan pandemi Covid-19.
“Oleh karena itu, kita semua dalam menghadapi ancaman climate change butuh kolaborasi internasional,” jelasnya.
Baca Juga: Duet Maut Utang Covid dan Perubahan Iklim Bikin Dunia Terancam Bangkrut
Mantan Direktur Bank Dunia itu menambahkan, APBN juga melakukan budget tagging untuk mendukung program-program penurunan emisi karbon atau melakukan transformasi agar kegiatan produksi menjadi semakin bersih. Budget climate tagging digunakan untuk mengidentifikasi belanja dan anggaran yang memang secara langsung bisa mempengaruhi dan menurunkan emisi karbon.
"Peranan keuangan untuk climate change sangat penting. Kita melakukan inisiatif yang baru mencoba koloborasi pendanaan pemerintah dari multilateral dan di blend bersama-bersama dengan proyek yang mendukung agenda climat change," tandasnya.
"Climate change dan Covid-19 dua masalah yang sama, dimana lintas batas negara. Mau kaya dan miskin punya ancaman yang sama yaitu covid-19. Climate change juga sama," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (26/8/2021).
Baca Juga: Dampak Perubahan Iklim, Menkeu: 1,5 Miliar Pekerja akan Terdampak
Menurutnya, kolaborasi dengan semua elemen dan kebijakan menjadi kunci untuk menangani persoalan tanpa batas. Negara harus mampu sehingga bisa meminimalisasi konsekuensi yang lebih parah. Ini juga sama dengan penanganan pandemi Covid-19.
“Oleh karena itu, kita semua dalam menghadapi ancaman climate change butuh kolaborasi internasional,” jelasnya.
Baca Juga: Duet Maut Utang Covid dan Perubahan Iklim Bikin Dunia Terancam Bangkrut
Mantan Direktur Bank Dunia itu menambahkan, APBN juga melakukan budget tagging untuk mendukung program-program penurunan emisi karbon atau melakukan transformasi agar kegiatan produksi menjadi semakin bersih. Budget climate tagging digunakan untuk mengidentifikasi belanja dan anggaran yang memang secara langsung bisa mempengaruhi dan menurunkan emisi karbon.
"Peranan keuangan untuk climate change sangat penting. Kita melakukan inisiatif yang baru mencoba koloborasi pendanaan pemerintah dari multilateral dan di blend bersama-bersama dengan proyek yang mendukung agenda climat change," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :