Pandemi Paksa Telan Kerugian Rp5,85 Miliar, DMS Propertindo Tetap Optimistis
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 23:07 WIB
loading...
Manajemen emiten properti, real estate dan jasa pengelolaan hotel, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) optimistis kinerja Perseroan akan stabil dan bertumbuh pada tahun ini. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Manajemen emiten properti , real estate dan jasa pengelolaan hotel , PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) optimistis kinerja Perseroan akan stabil dan bertumbuh pada tahun ini seiring dengan tren pemulihan ekonomi dalam negeri dengan adanya percepatan vaksinasi Covid-19.
Baca Juga: 3 Aspek Vital yang Harus Dilakukan Dalam Memilih Properti
Dari sisi bisnis, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2021 atau per Maret 2021, kinerja DMS Propertindo masih terdampak pandemi COVID-19 kendati sudah berangsur pulih. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp5,87 miliar, berhasil dipangkas dari periode Maret 2020 yang masih merugi Rp8,53 miliar.
Direktur Utama dan Pendiri DMS Grup, Mohamad Prapanca mengatakan, Perseroan meyakini dapat melampaui target tahun ini seiring dengan membaiknya situasi perekonomian. Tahun lalu, pandemi Covid-19 memang tak bisa dipungkiri turut mempengaruhi kinerja Perseroan secara drastis, termasuk berdampak ke sektor properti dan perhotelan secara umum di Indonesia.
"Perseroan mengalami penurunan tingkat okupansi di hotel-hotel yang dikelola, serta penurunan tingkat pembelian untuk properti. Kami juga terus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, termasuk kehadiran fisik seluruh anggota Perseroan," katanya di Jakarta.
Baca Juga: 3 Aspek Vital yang Harus Dilakukan Dalam Memilih Properti
Dari sisi bisnis, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2021 atau per Maret 2021, kinerja DMS Propertindo masih terdampak pandemi COVID-19 kendati sudah berangsur pulih. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp5,87 miliar, berhasil dipangkas dari periode Maret 2020 yang masih merugi Rp8,53 miliar.
Direktur Utama dan Pendiri DMS Grup, Mohamad Prapanca mengatakan, Perseroan meyakini dapat melampaui target tahun ini seiring dengan membaiknya situasi perekonomian. Tahun lalu, pandemi Covid-19 memang tak bisa dipungkiri turut mempengaruhi kinerja Perseroan secara drastis, termasuk berdampak ke sektor properti dan perhotelan secara umum di Indonesia.
"Perseroan mengalami penurunan tingkat okupansi di hotel-hotel yang dikelola, serta penurunan tingkat pembelian untuk properti. Kami juga terus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, termasuk kehadiran fisik seluruh anggota Perseroan," katanya di Jakarta.
Lihat Juga :