Tumbuh 21,45% Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp12,5 Triliun di Kuartal II/2021
Senin, 30 Agustus 2021 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada dan diharapkan akan terus meningkat. Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan," tegas Darmawan.
Untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, lanjut dia, Bank Mandiri telah melakukan penajaman strategi. Strategi ini sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mulai menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 yang sebesar 7,07%.
Darmawan menambahkan, terdapat tiga fokus dalam penajaman bisnis perseroan. Pertama, integrasi bisnis wholesale dan ritel dengan memaksimalkan potensi value chain pada ekosistem nasabah wholesale.
Kedua, mengoptimalkan potensi bisnis dan sektor unggulan di wilayah serta penyaluran kredit dilakukan secara prudent kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat sehingga menghasilkan kualitas kredit yang cukup baik. Ketiga, Bank Mandiri akan mengakselerasi digital dengan mengembangkan solusi digital, perbaikan proses, modernisasi channel, serta peningkatan kapabilitas core banking.
Lewat strategi ini, kata dia, Bank Mandiri optimistis kredit secara bank only mampu tumbuh 6-7% YoY pada akhir tahun 2021. "Tentunya ini dengan tetap memprioritaskan pertumbuhan secara berkualitas," tandasnya.
Terkait program restrukturisasi kredit terdampak pandemi, Bank Mandiri telah memberikan persetujuan restrukturisasi debitur kepada lebih dari 548.000 debitur dengan nilai persetujuan sebesar Rp126,5 triliun. Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp96,5 triliun, dimana 62% dari total debitur restrukturisasi merupakan UMKM.
Baca Juga: Ledakan Kembali Guncang Bandara Kabul
Untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, lanjut dia, Bank Mandiri telah melakukan penajaman strategi. Strategi ini sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mulai menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 yang sebesar 7,07%.
Darmawan menambahkan, terdapat tiga fokus dalam penajaman bisnis perseroan. Pertama, integrasi bisnis wholesale dan ritel dengan memaksimalkan potensi value chain pada ekosistem nasabah wholesale.
Kedua, mengoptimalkan potensi bisnis dan sektor unggulan di wilayah serta penyaluran kredit dilakukan secara prudent kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat sehingga menghasilkan kualitas kredit yang cukup baik. Ketiga, Bank Mandiri akan mengakselerasi digital dengan mengembangkan solusi digital, perbaikan proses, modernisasi channel, serta peningkatan kapabilitas core banking.
Lewat strategi ini, kata dia, Bank Mandiri optimistis kredit secara bank only mampu tumbuh 6-7% YoY pada akhir tahun 2021. "Tentunya ini dengan tetap memprioritaskan pertumbuhan secara berkualitas," tandasnya.
Terkait program restrukturisasi kredit terdampak pandemi, Bank Mandiri telah memberikan persetujuan restrukturisasi debitur kepada lebih dari 548.000 debitur dengan nilai persetujuan sebesar Rp126,5 triliun. Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp96,5 triliun, dimana 62% dari total debitur restrukturisasi merupakan UMKM.
Baca Juga: Ledakan Kembali Guncang Bandara Kabul
Lihat Juga :