Tsunami Covid-19 Berlalu, Pertumbuhan Ekonomi India Cetak Rekor

Kamis, 02 September 2021 - 07:04 WIB
loading...
Tsunami Covid-19 Berlalu,...
Tsunami Covid-19 sempat melanda negara ini, dimana dalam satu hari korbannya mencapai lebih dari 4.000 jiwa. Kini ekonomi India mampu mencetak rebound dalam periode tiga bulan hingga akhir Juni 2021. Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - Tsunami Covid-19 sempat melanda negara ini, dimana sempat dalam 24 jam untuk pertama kalinya korban Covid-19 mencapai lebih dari 4.000 jiwa. Kini ekonomi India mampu mencetak rebound dalam periode tiga bulan hingga akhir Juni 2021, usai melalui Tsunami Covid-19.

Dikutip dari BBC, pelonggaran pembatasan Pandemi Covid-19 memungkinkan lebih banyak kegiatan ekonomi mulai bergulir dibandingkan dengan lockdown pertama di India pada tahun 2020.

Baca Juga: Diam-diam 21 TKA asal China dan India Bekerja di Kolaka Sultra sejak Awal 2021

Produk domestik bruto (PDB) India tumbuh sebesar 20,1% untuk kuartal kedua, yakni April hingga Juni dibandingkan tahun sebelumnya. Selama periode yang sama tahun lalu, ekonomi India sempat menyusut mencapai 24%.

Kepala penasihat ekonomi pemerintah India, KV Subramanian menerangkan, investasi swasta dan belanja konsumen membantu meningkatkan pemulihan ekonomi Indonesia, atau apa yang disebut membentuk kurva V.

Pemulihan berbentuk V dianggap sebagai penurunan tajam dengan cepat mencapai titik terendah, diikuti oleh rebound. Manufaktur dan konstruksi juga mendorong pertumbuhan, menurut Kementerian Statistik India.

Ekonomi India menyusut 7,3% pada tahun keuangan terakhirnya saat Tsunami Covid-19 melanda. India telah menjadi salah satu ekonomi utama dunia yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19.

Lonjakan PDB selama kuartal April hingga Juni meleset dari perkiraan bank sentral India sebesar 21,4% pertumbuhan untuk periode tersebut. Beberapa analis mengatakan ini akan membuat Reserve Bank of India (RBI) kemungkinan bakal mempertahankan langkah-langkah stimulus sampai setidaknya akhir tahun ini.

Sementara banyak negara maju di seluruh dunia telah memberikan sejumlah besar stimulus untuk belanja bahan bakar. Perdana Menteri India, Narendra Modi telah memprioritaskan investasi dalam infrastruktur, privatisasi bisnis milik negara dan reformasi pajak untuk mendorong pertumbuhan.

Baca Juga: Penelitian: Kematian Akibat Tsunami COVID-19 India 10 Kali Lipat Jumlah Resmi

Para ahli optimis bahwa India akan terus membukukan pertumbuhan yang kuat, meskipun beberapa sektor utama masih belum mencetak rebound. Belanja konsumen yang menjadi pendorong utama pertumbuhan, juga masih lebih rendah dari level sebelum pandemi Covid-19.

Kata para ahli, risiko gelombang infeksi virus corona yang bermutasi serta program vaksinasi yang lamban dapat menghambat momentum. India adalah ekonomi terbesar ketiga di Asia, namun pertumbuhan ekonomi India tetap masih lebih kecil dari sebelum pandemi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Mohamed Salah Sukses...
Mohamed Salah Sukses Cetak Rekor Unik di Liga Champions
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved