Jual AEON Mall, Pendapatan Sentul City Terdongkrak 1.435,8%
Kamis, 02 September 2021 - 14:38 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp286,8 miliar pada semester 1 tahun 2021 dibanding periode yang sama tahun lalu tercatat rugi Rp237,9 miliar atau terjadi kenaikan yang spektakular sebesar 221%. Perolehan laba ini ditopang oleh lonjakan pendapatan menjadi Rp2,4 triliun atau tumbuh sebesar 1.435,8% year on year (yoy) dibandingkan pendapatan pada semester 1 tahun 2020 sebesar Rp159,3 miliar.
“Di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang dilanda efek negatif pandemi Covid-19 dan terpuruknya daya beli konsumen, pada semester 1/2021 perseroan telah berhasil melaksanakan ekspansi bisnis serta langkah-langkah perbaikan kinerja seperti penghematan biaya dan penjualan aset strategis sehingga pendapatan perseroan di semester 1/2021 sebesar Rp2.4 triliun, sudah melampaui total penjualan keseluruhan tahun 2020 sebesar Rp452 miliar,” kata Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Tjetje Muljanto dalam keterangan persnya, Kamis (2/9/2021).
Baca Juga : Garuda Indonesia Dapat Keringanan dari 11 Kreditur, Siapa Saja?
Menurut Tjetje, pada semester 1/2021 kenaikan tersebut salah satunya berasal dari penjualan properti investasi yakni AEON Mall yang negosiasinya sudah direncanakan sejak lama. Hal ini membuktikan bahwa perseroan masih mendapat kepercayaan yang baik dari investor berskala internasional yakni investor Jepang yang sangat selektif dalam mengambil keputusan bisnisnya.
Tjetje menjelaskan, pada semester 1/2021 total liabilitas perseroan adalah sebesar Rp6,4 triliun, turun Rp1,7 triliun atau sebesar 21% year to date (YtD) dari total liabilitas di akhir tahun 2020 yakni sebesar Rp8,1 triliun. Dari jumlah tersebut liabilitas jangka pendek turun sebesar Rp173 miliar atau 5,3% YtD dari Rp3,270 triliun per Desember 2020 menjadi Rp3,097 triliun di semester 1/2021.
Dia juga menjelaskan data ini menggambarkan bahwa perseroan tetap komit dalam memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga sehingga berdampak pada penurunan kewajiban perseroan yang cukup signifikan. Hal ini tergambar dalam ratio total aktiva dibanding total kewajiban per semester 1/2021 sebesar 187%.
“Di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang dilanda efek negatif pandemi Covid-19 dan terpuruknya daya beli konsumen, pada semester 1/2021 perseroan telah berhasil melaksanakan ekspansi bisnis serta langkah-langkah perbaikan kinerja seperti penghematan biaya dan penjualan aset strategis sehingga pendapatan perseroan di semester 1/2021 sebesar Rp2.4 triliun, sudah melampaui total penjualan keseluruhan tahun 2020 sebesar Rp452 miliar,” kata Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Tjetje Muljanto dalam keterangan persnya, Kamis (2/9/2021).
Baca Juga : Garuda Indonesia Dapat Keringanan dari 11 Kreditur, Siapa Saja?
Menurut Tjetje, pada semester 1/2021 kenaikan tersebut salah satunya berasal dari penjualan properti investasi yakni AEON Mall yang negosiasinya sudah direncanakan sejak lama. Hal ini membuktikan bahwa perseroan masih mendapat kepercayaan yang baik dari investor berskala internasional yakni investor Jepang yang sangat selektif dalam mengambil keputusan bisnisnya.
Tjetje menjelaskan, pada semester 1/2021 total liabilitas perseroan adalah sebesar Rp6,4 triliun, turun Rp1,7 triliun atau sebesar 21% year to date (YtD) dari total liabilitas di akhir tahun 2020 yakni sebesar Rp8,1 triliun. Dari jumlah tersebut liabilitas jangka pendek turun sebesar Rp173 miliar atau 5,3% YtD dari Rp3,270 triliun per Desember 2020 menjadi Rp3,097 triliun di semester 1/2021.
Dia juga menjelaskan data ini menggambarkan bahwa perseroan tetap komit dalam memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga sehingga berdampak pada penurunan kewajiban perseroan yang cukup signifikan. Hal ini tergambar dalam ratio total aktiva dibanding total kewajiban per semester 1/2021 sebesar 187%.
Lihat Juga :