Pertahankan Kinerja Positif, Dirut BRI Terpilih Sebagai Best CEO dan BRI Raih 3 Penghargaan Infobank Awarding 2021
Rabu, 08 September 2021 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Pada seminar bertajuk “Leading In Unprecidented Time: Tantangan Setelah Relaksasi Restrukturisasi Kredit Berakhir”, Sunarso menyebut dalam krisis ekonomi karena pandemi Covid-19, likuiditas perseroan dan bank-bank milik pemerintah sangat terjaga dan melimpah. Hal itu disebabkan loan demand yang melemah. Sunarso mengenang, pada krisis-krisis ekonomi besar sebelumnya, seperti pada 1998, likuiditas perbankan sangat terganggu.
Namun, saat krisis ekonomi akibat pandemi malah sebaliknya. Ketika aktivitas ekonomi secara langsung terbatasi, permintaan kredit pun menurun. “Jadi sebenarnya ini mencerminkan bahwa likuiditas masih cukup melimpah untuk mendorong pertumbuhan kredit,” kata Sunarso.
Sunarso menjabarkan, pertumbuhan kredit di masa pandemi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat ini secara nasional pertumbuhan kredit industri perbankan hanya sekitar 0,6 pesen. Kendati demikian, Sunarso menyebut, bahwa BRI masih mampu menumbuhkan kreditnya di atas pertumbuhan industri, sekitar 5 persen secara y-o-y.
Sebelumnya, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 6 persen-7 persen pada tahun ini. Adapun secara konsolidasian sampai dengan Juni 2021 kinerja penyaluran kredit BRI mencapai Rp929,40 triliun. Capaian itu tumbuh dari pada kuartal II 2020 yang sebesar Rp922,97 triliun. Penopang utama pertumbuhan kredit BRI hingga semester pertama 2021 berakhir adalah kredit mikro. Yaitu tercatat Rp366,56 triliun tumbuh 17 persen secara year on year (y-o-y). Untuk kredit mikro BRI saat ini porsinya mencapai 39,44 persen dari total portofolio. Targetnya, porsi kredit mikro perseroan ditargetkan naik menjadi 45 persen dari total portofolio kredit pada 2025. CM
Namun, saat krisis ekonomi akibat pandemi malah sebaliknya. Ketika aktivitas ekonomi secara langsung terbatasi, permintaan kredit pun menurun. “Jadi sebenarnya ini mencerminkan bahwa likuiditas masih cukup melimpah untuk mendorong pertumbuhan kredit,” kata Sunarso.
Sunarso menjabarkan, pertumbuhan kredit di masa pandemi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat ini secara nasional pertumbuhan kredit industri perbankan hanya sekitar 0,6 pesen. Kendati demikian, Sunarso menyebut, bahwa BRI masih mampu menumbuhkan kreditnya di atas pertumbuhan industri, sekitar 5 persen secara y-o-y.
Sebelumnya, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 6 persen-7 persen pada tahun ini. Adapun secara konsolidasian sampai dengan Juni 2021 kinerja penyaluran kredit BRI mencapai Rp929,40 triliun. Capaian itu tumbuh dari pada kuartal II 2020 yang sebesar Rp922,97 triliun. Penopang utama pertumbuhan kredit BRI hingga semester pertama 2021 berakhir adalah kredit mikro. Yaitu tercatat Rp366,56 triliun tumbuh 17 persen secara year on year (y-o-y). Untuk kredit mikro BRI saat ini porsinya mencapai 39,44 persen dari total portofolio. Targetnya, porsi kredit mikro perseroan ditargetkan naik menjadi 45 persen dari total portofolio kredit pada 2025. CM
(srf)
Lihat Juga :