Siapkan Dana Rp89 Miliar, Perusahaan Singapura Ini Siap Ramaikan Pasar Fintech RI

Jum'at, 10 September 2021 - 16:56 WIB
loading...
Siapkan Dana Rp89 Miliar,...
Perusahaan fintech asal luar negeri ramai-ramai ekspansi ke RI. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Perusahaan asal Singapura Jenfi meraih pendanaan Seri A sebesar USD6,3 juta atau setara Rp89 miliar. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk pengembangan produk, akuisisi konsumen dan ekspansi pasar di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

"Saat ini Jenfi masih menanti berakhirnya moratorium pendaftaran fintech peer to peer lending baru yang diberlakukan OJK sebelum mengajukan permohonan perizinan sebagai penyelenggara peer to peer lending di Indonesia," kata Co-Founder dan CEO Jenfi Jeffrey Liu melalui keterangan dikutip, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga: Bill Gates Beli Hotel Four Seasons dari Pangeran Arab Rp31 Triliun

Menurut dia perusahaan telah memiliki lebih dari 20 portfolio perusahaan teknologi dengan nilai valuasi setara atau lebih dari USD1 miliar dari berbagai negara seperti Stripe, Airbnb, Cruise dan DoorDash. Layanan pembiayaan di Indonesia akan menyasar Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah go digital baik dlaam aktivitas pemasaran dan penjualan.

Jeff memaparkan tiga hal utama yang membedakan pembiayaan UKM Jenfi dengan pinjaman UKM pada umumnya dari fintech peer to peer lending. Pertama, pembiayaan tersebut dikhususkan penggunaan dananya untuk membiayai kegiatan pemasaran seperti digital marketing dan pembiayaan inventaris guna mendukung kinerja penjualan setiap peminjam UKM.

Kedua, pinjaman akan dibayar dengan skema bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh dari penjualan bulanan UKM tersebut. Ketiga, memiliki nilai tambah berupa fitur analitis terotomasi yang dapat digunakan UKM untuk meningkatkan efisiensi penjualan online dan digital marketing.

Tidak hanya itu, Jenfi turut serta meningkatkan edukasi dan literasi keuangan meliputi manajemen keuangan, pemasaran dan promosi UKM. Potensi UKM cukup besar
didorong transformasi digital dalam aktifitas penjualan, pemasaran serta supply chain.

"Saat ini Jenfi telah membantu pembiayaan lebih dari seratus UKM di Asia Tenggara yang meliputi model bisnis B2B dan layanan software di Singapura, Malaysia dan Vietnam, seperti antara lain, Tier One Entertainment, Pay With Split, and Homebase," kata dia.

Baca Juga: Waspada Serangan Siber, OJK Mengingatkan Para Bankir

Jeff memastikan model bisnis Jenfisejalan dengan kearifan lokal, nilai sosial dan budaya di Indonesia yang dikenal dengan istilah gotong royong, yaitu bekerja bersama dalam semangat solidaritas, kolaborasi dan empati yang sesuai dengan ideologi Pancasila.Pihaknya meyakini, proses menuju ketahanan usaha dan kesejahteraan UKM di masa pandemi ini perlu dipikul bersama.

"Karena itu, kami tidak ingin membebani UKM Indonesia dengan menerapkan skema pembayaran cicilan pinjaman yang berlaku pada umumnya yang jarang memperhatikan kinerja penjualan dan keadaan keuangan UKM," kata dia.

Sebagai informasi, kepemilikan Jenfi dipimpin oleh Monk’s Hill Ventures. Investor lainnya termasuk Golden Equator Ventures and Korea Investment Partners (via the GEC-KIP Fund), 8VC, ICU Ventures and Taurus Ventures.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Rekomendasi
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved