Bisa Raup Rp40 Juta dalam 3 Bulan, Milenial Diajak Budidaya Udang

Minggu, 12 September 2021 - 09:33 WIB
loading...
Bisa Raup Rp40 Juta...
Untungnya bisa mencapai Rp40 juta hanya dalam waktu 3 bulan, para milenial diajak untuk terjun ke bisnis budidaya udang. Hal ini dilakukan KKP lewat program Milenial Shrimp Farming (MSF). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Untungnya bisa mencapai Rp40 juta hanya dalam waktu 3 bulan, para milenial diajak untuk terjun ke bisnis budidaya udang . Hal ini dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat program Milenial Shrimp Farming (MSF).

Mengusung konsep yang inovatif berbasis industri 4.0, KKP melibatkan para generasi muda. Memasuki era disrupsi teknologi informasi, inovasi akuakultur terutama udang, dituntut untuk lebih menciptakan efisiensi dan nilai tambah yang lebih besar.

Koordinator teknis MSF Iwan Sumantri menuturkan, dari segi keekonomian tentunya yang kami kembangkan ini cukup ekonomis. "Artinya kami sudah membuktikan bahwa satu kolam ukuran 314 meter dengan kepadatan minimal 250 ekor per meter itu bisa menghidupi 1 keluarga dengan cukup," kata Iwan dikutip dari akun YouTube resmi KKP di Jakarta, Minggu (12/9/2021).

Iwan menambahkan keuntungan yang bisa didapat satu kolam itu bisa Rp 30-40 juta dalam waktu 90-110 hari alias 3 bulan. Baca Juga: Pemprov Jatim Kembangkan Inovasi Budidaya Udang Vaname Skala Rumah Tangga

"(Dengan pendapatan itu) artinya sudah diatas UMR apabila seorang sarjana perikanan langsung terjun ke tambak dengan teknologi seperti ini artinya tidak perlu ragu-ragu lagi untuk bagaimana bisa mendapatkan yang layak karena dengan teknologi milenial ini insya Allah pendapatan itu akan didapat tidak begitu sulit," paparnya.

Untuk bagaimana cara teknologi ini bisa diadopsi masyarakat secara luas itu adalah salah satu tugas MSF di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara sebagai UPT payau yang paling besar di Indonesia.

"Jadi untuk tahap pertama ini, kami Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara merekrut fresh graduate sarjana perikanan dan universitas terbaik seluruh Indonesia yang kita didik selama hampir 1 tahun kita jadikan mereka pelaku usaha udang di sini. Kami punya 29 kolam yang dikelola oleh mereka," katanya.

Baca Juga: Potensi Pasar Jumbo, KKP Bidik Produksi Udang Budidaya Capai 2 Juta Ton

Para sarjana perikanan nantinya dampingi secara terus menerus untuk bisa bagaimana setelah mereka keluar dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara sudah siap menjadi seorang pengusaha maupun sebagai seorang teknisi yang bisa kita sebarkan ke seluruh Indonesia.

Ditargetkan dapat mencetak tenaga-tenaga milenial untuk menjadi pelaku utama budidaya udang yang profesional, saat ini BBPBAP Jepara sudah mendidik 28 teknisi yang terdiri dari 8 perempuan dan 20 laki-laki yang merupakan lulusan sarjana dari perguruan tinggi terkemuka, untuk siap terjun menjadi teknisi tambak maupun pengusaha tambak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Hadiri Asia Pacific...
Hadiri Asia Pacific Maritime 2026, BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Perkuat Ekonomi Bontang,...
Perkuat Ekonomi Bontang, Hilirisasi Pengalengan Ikan dan Rumput Laut Jadi Prioritas Investasi
KKP Pastikan Proyek...
KKP Pastikan Proyek Pagar Beton Cilincing Sudah Kantongi Izin
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved