Merger Pelindo Oktober 2021, Erick Thohir: Terminal Peti Kemasnya No 8 Terbesar Dunia
Senin, 13 September 2021 - 13:50 WIB
loading...
Erick Thohir menargetkan terminal peti kemas milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group masuk dalam 8 terminal terbesar di dunia. Target tersebut seiring dengan merger Pelindo. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menargetkan terminal peti kemas milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group masuk dalam 8 terminal terbesar di dunia. Target tersebut seiring dengan merger Pelindo I-IV yang ditargetkan pemegang saham pada Oktober 2021 mendatang.
"Dan tentu kita juga sedang menunggu bagaimana transformasi yang ada di Pelindo, yang setelah digabungkan bisa Pelindo yang sesuai kita harapkan nanti peti kemasnya nomor 8 terbesar di dunia," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Senin (13/9/2021).
Baca Juga: Sulit Temukan Kerugian Negara, Kejagung Hentikan Kasus Pelindo II
Pemegang saham mencatat, penggabungan perseroan dalam satu payung Holding BUMN Kepelabuhan akan diikuti dengan pembentukan sub-holding. Tujuannya, sub-holding bisa mendorong kegiatan kegiatan operasionalnya.
Sebagai operator utama sejumlah pelabuhan di Indonesia, keberadaan empat perseroan dalam satu holding baru, juga dinilai mampu menghadirkan layanan yang terintegrasi dan terstandarisasi. Dimana, layanan di satu pelabuhan akan sama dengan pelabuhan lainnya.
"Dan tentu kita juga sedang menunggu bagaimana transformasi yang ada di Pelindo, yang setelah digabungkan bisa Pelindo yang sesuai kita harapkan nanti peti kemasnya nomor 8 terbesar di dunia," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Senin (13/9/2021).
Baca Juga: Sulit Temukan Kerugian Negara, Kejagung Hentikan Kasus Pelindo II
Pemegang saham mencatat, penggabungan perseroan dalam satu payung Holding BUMN Kepelabuhan akan diikuti dengan pembentukan sub-holding. Tujuannya, sub-holding bisa mendorong kegiatan kegiatan operasionalnya.
Sebagai operator utama sejumlah pelabuhan di Indonesia, keberadaan empat perseroan dalam satu holding baru, juga dinilai mampu menghadirkan layanan yang terintegrasi dan terstandarisasi. Dimana, layanan di satu pelabuhan akan sama dengan pelabuhan lainnya.
Lihat Juga :