Holding Ultra Mikro Jadi Benteng Pertahanan Saat Krisis
Selasa, 14 September 2021 - 11:18 WIB
loading...
Holding ultra mikro diharapkan membuat bunga rendah untuk UMKM sehingga bisa menjaga stabilitas. Foto/Okezone
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai pembentukan holding ultra mikro dapat mendorong stabilitas sistem keuangan Indonesia. Diharapkan holding menjadi tonggak dan stabilitas sistem keuangan di saat krisis.
“Dengan adanya holding ultra mikro, kita berharap stabilitas sistem keuangan juga akan lebih baik. Kalau kita memasuki periode-periode sulit seperti periode krisis ini, maka nanti kita berharap holding ini dengan seluruh usahanya menjadi salah satu tonggak dari stabilitas sistem keuangan,” ujar Suahasil, Selasa (14/9/2021).
Baca juga: Liga Champions, Preview Chelsea vs Zenit St Petersburg: Ambisi Juara Bertahan
Proses pembentukan holding ultra mikro (UMi) telah memasuki tahap akhir. Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian pengalihan saham yang diselenggarakan pada Senin kemarin (13/9/2021).
Pembentukan holding ini melibatkan tiga entitas BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia selaku induk holding, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai perusahaan anak.
Nilai pengalihan saham negara kepada BRI senilai Rp54,7 triliun. Pengalihan saham tersebut dilaksanakan berdasarkan PP Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Keputusan Menteri Keuangan pada 16 Juli 2021 perihal Penetapan Nilai Penambahan Penyertaan Modal Negara Kepada Modal Saham BRI.
Suahasil menambahkan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sektor yang memegang peranan penting di dalam pemulihan ekonomi nasional. Karena itu, perlu melihat secara reguler perkembangan UMKM yang mendapatkan pelayanan pembiayaan dari holding.
“Dengan adanya holding ultra mikro, kita berharap stabilitas sistem keuangan juga akan lebih baik. Kalau kita memasuki periode-periode sulit seperti periode krisis ini, maka nanti kita berharap holding ini dengan seluruh usahanya menjadi salah satu tonggak dari stabilitas sistem keuangan,” ujar Suahasil, Selasa (14/9/2021).
Baca juga: Liga Champions, Preview Chelsea vs Zenit St Petersburg: Ambisi Juara Bertahan
Proses pembentukan holding ultra mikro (UMi) telah memasuki tahap akhir. Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian pengalihan saham yang diselenggarakan pada Senin kemarin (13/9/2021).
Pembentukan holding ini melibatkan tiga entitas BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia selaku induk holding, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai perusahaan anak.
Nilai pengalihan saham negara kepada BRI senilai Rp54,7 triliun. Pengalihan saham tersebut dilaksanakan berdasarkan PP Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Keputusan Menteri Keuangan pada 16 Juli 2021 perihal Penetapan Nilai Penambahan Penyertaan Modal Negara Kepada Modal Saham BRI.
Suahasil menambahkan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sektor yang memegang peranan penting di dalam pemulihan ekonomi nasional. Karena itu, perlu melihat secara reguler perkembangan UMKM yang mendapatkan pelayanan pembiayaan dari holding.
Lihat Juga :