Menko Airlangga Ingin Generasi Muda yang Kompetitif, Entrepreneur, dan Berkarakter
Rabu, 15 September 2021 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan ekonomi syariah. Indonesia masuk sebagai 10 besar global player di ke-enam industri halal pada tahun 2020. Selain itu, total aset keuangan syariah Indonesia mencapai USD 99 miliar di tahun 2019 sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara ke-7 dengan total aset keuangan syariah terbesar di dunia.
Baca juga: Bangun Koloni di Mars, Ilmuwan Ciptakan Beton dari Plasma Darah Astronot
Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, pemanfaatan keuangan syariah dapat menjadi alternatif sumber pembiayaan berbasis kemitraan. Selain itu, pemanfaatan keuangan sosial (zakat, infaq, dan sedekah) dapat mendukung daya tahan usaha ultra-mikro dan UKM serta menopang daya beli kelompok mustahik. Pemerintah juga telah memberikan dukungan tambahan dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah, khususnya untuk UKM. Dukungan ini berupa penanggungan seluruh biaya sertifikasi halal oleh Pemerintah dan telah tercantum dalam UU Cipta Kerja. Selain itu, Pemerintah juga memberikan dukungan berupa KUR syariah dengan marjin hanya sebesar 3% hingga akhir tahun 2021 ini. Dukungan ini akan membantu pembiayaan UMKM berbasis syariah.
Untuk dapat keluar dari Middle Income Trap dan mewujudkan visi Indonesia Maju 2045, Indonesia juga akan melakukan transformasi ekonomi. Transformasi ekonomi melalui strategi “Making Indonesia 4.0” akan berfokus kepada 7 sektor prioritas. Strategi ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030
Airlangga melanjutkan, pemerintah akan mewujudkan strategi “Making Indonesia 4.0” melalui 10 prioritas nasional dimana dua diantaranya adalah meningkatkan kualitas SDM dan membentuk ekosistem inovasi. Kedua prioritas ini tentunya akan melibatkan seluruh pihak akademisi, termasuk Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan reformasi struktural melalui implementasi UU Cipta Kerja. UU ini akan memberikan kemudahan berusaha sehingga dapat meningkatkan iklim investasi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja. Salah satu implementasi UU Cipta Kerja adalah sistem perizinan berbasis risiko (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pada tanggal 9 Agustus 2021 sebagai pendukung dalam meningkatkan daya saing investasi Indonesia.
Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM dan transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk Perguruan Tinggi. Airlangga berharap Perguruan Tinggi dapat meningkatkan perannya tidak hanya sebagai tempat pembelajaran, namun juga sebagai pengantar bagi mahasiswa ataupun lulusannya yang ingin berwirausaha.
"Akhir kata, saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan kegiatan PKKMB Universitas Muhammadiyah Jakarta dan semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat Mahasiswa serta membantu menghasilkan pemikiran-pemikiran baru untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19," tutup Airlangga.
Baca juga: Bangun Koloni di Mars, Ilmuwan Ciptakan Beton dari Plasma Darah Astronot
Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, pemanfaatan keuangan syariah dapat menjadi alternatif sumber pembiayaan berbasis kemitraan. Selain itu, pemanfaatan keuangan sosial (zakat, infaq, dan sedekah) dapat mendukung daya tahan usaha ultra-mikro dan UKM serta menopang daya beli kelompok mustahik. Pemerintah juga telah memberikan dukungan tambahan dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah, khususnya untuk UKM. Dukungan ini berupa penanggungan seluruh biaya sertifikasi halal oleh Pemerintah dan telah tercantum dalam UU Cipta Kerja. Selain itu, Pemerintah juga memberikan dukungan berupa KUR syariah dengan marjin hanya sebesar 3% hingga akhir tahun 2021 ini. Dukungan ini akan membantu pembiayaan UMKM berbasis syariah.
Untuk dapat keluar dari Middle Income Trap dan mewujudkan visi Indonesia Maju 2045, Indonesia juga akan melakukan transformasi ekonomi. Transformasi ekonomi melalui strategi “Making Indonesia 4.0” akan berfokus kepada 7 sektor prioritas. Strategi ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030
Airlangga melanjutkan, pemerintah akan mewujudkan strategi “Making Indonesia 4.0” melalui 10 prioritas nasional dimana dua diantaranya adalah meningkatkan kualitas SDM dan membentuk ekosistem inovasi. Kedua prioritas ini tentunya akan melibatkan seluruh pihak akademisi, termasuk Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan reformasi struktural melalui implementasi UU Cipta Kerja. UU ini akan memberikan kemudahan berusaha sehingga dapat meningkatkan iklim investasi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja. Salah satu implementasi UU Cipta Kerja adalah sistem perizinan berbasis risiko (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pada tanggal 9 Agustus 2021 sebagai pendukung dalam meningkatkan daya saing investasi Indonesia.
Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM dan transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk Perguruan Tinggi. Airlangga berharap Perguruan Tinggi dapat meningkatkan perannya tidak hanya sebagai tempat pembelajaran, namun juga sebagai pengantar bagi mahasiswa ataupun lulusannya yang ingin berwirausaha.
"Akhir kata, saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan kegiatan PKKMB Universitas Muhammadiyah Jakarta dan semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat Mahasiswa serta membantu menghasilkan pemikiran-pemikiran baru untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19," tutup Airlangga.
(uka)
Lihat Juga :