Konsumen Online di Asia Tenggara Tumbuh 70 Juta Sejak Pandemi, Indonesia Tertinggi
Kamis, 16 September 2021 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Meroketnya jumlah konsumen online itu dipengaruhi kebangkitan Covid varian delta yang sangat menular, dan tingkat vaksinasi yang rendah di beberapa negara berkembang. Selain itu, penguncian yang terputus-putus dan pembatasan pergerakan menyulitkan konsumen mengunjungi toko-toko fisik sehingga pasar e-commerce berkembang pesat.
Survei yang dilakukan pada bulan Mei itu menemukan bahwa pangsa responden yang mengatakan mereka berbelanja "kebanyakan online" naik dari 33% pada tahun 2020 menjadi 45% tahun ini, dengan perolehan terbesar datang dari Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Facebook dan Bain memproyeksikan pengeluaran online rata-rata akan tumbuh 60% tahun ini dari USD238 per orang pada tahun 2020 menjadi USD381 per konsumen digital. Laporan itu juga mengungkapkan, pangsa ritel online dari keseluruhan ritel melonjak di Asia Tenggara dari 5% pada 2020 menjadi 9%, lebih cepat daripada di Brasil, China atau India.
"Selama lima tahun ke depan, penjualan e-commerce Asia Tenggara juga diproyeksikan untuk mengimbangi negara-negara ini, tumbuh sebesar 14% per tahun," kata laporan itu.
Mengiringi pertumbuhan itu, layanan fintech seperti "beli sekarang, bayar nanti", dompet digital dan mata uang kripto juga menjadi lebih luas. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, 88% dari ekuitas swasta dan investasi modal ventura di wilayah tersebut mengalir ke sektor teknologi dan internet. Dari jumlah itu, 56% masuk ke teknologi keuangan, menurut laporan itu.
Survei yang dilakukan pada bulan Mei itu menemukan bahwa pangsa responden yang mengatakan mereka berbelanja "kebanyakan online" naik dari 33% pada tahun 2020 menjadi 45% tahun ini, dengan perolehan terbesar datang dari Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Facebook dan Bain memproyeksikan pengeluaran online rata-rata akan tumbuh 60% tahun ini dari USD238 per orang pada tahun 2020 menjadi USD381 per konsumen digital. Laporan itu juga mengungkapkan, pangsa ritel online dari keseluruhan ritel melonjak di Asia Tenggara dari 5% pada 2020 menjadi 9%, lebih cepat daripada di Brasil, China atau India.
"Selama lima tahun ke depan, penjualan e-commerce Asia Tenggara juga diproyeksikan untuk mengimbangi negara-negara ini, tumbuh sebesar 14% per tahun," kata laporan itu.
Mengiringi pertumbuhan itu, layanan fintech seperti "beli sekarang, bayar nanti", dompet digital dan mata uang kripto juga menjadi lebih luas. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, 88% dari ekuitas swasta dan investasi modal ventura di wilayah tersebut mengalir ke sektor teknologi dan internet. Dari jumlah itu, 56% masuk ke teknologi keuangan, menurut laporan itu.
Lihat Juga :