BNI Perkuat Bisnis Transactional Banking
Kamis, 16 September 2021 - 13:52 WIB
loading...
BNI menegaskan komitmen meningkatkan penguatan bisnis transactional banking-nya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ( BNI ) menegaskan komitmen meningkatkan penguatan bisnis transactional banking-nya. Itu dilakukan agar nasabah dapat melakukan transaksi keuangan dengan lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas.
Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengungkapkan BNI memiliki 3 inovasi untuk penguatan bisnis transactional banking ke depan.
Baca Juga: BNI dan IMI Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Transaksi Kekinian
"Pertama, Garansi Bank Online yang memungkinkan nasabah melakukan pengajuan garansi bank sekaligus memonitor proses sampai dengan penyelesaian transaksi melalui platform BNIDirect," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).
Kedua, jelas dia, Solusi Financing melalui platform Financial Supply Chain Management untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi supply chain dengan vendor dan suppliernya. Lalu ketiga, Open banking solution berupa API (Application Programming Interface) atau API Corporates yang dapat mengintegrasikan aplikasi sistem nasabah dengan layanan transaksional BNI.
"Walaupun masih pandemi, namun secara year on year tercatat peningkatan sebesar 16,4% untuk pengguna layanan transaksional banking, yaitu dari semula 58,6 ribu pengguna pada Juni 2020 menjadi 68,2 ribu pengguna pada Juni 2021," tutur Sis Apik.
Sis Apik mengatakan, tren pendapatan fee based income (FBI) dari bisnis transactional banking secara year on year (YoY) hingga semester I/2021 mencapai 37,9% dengan volume transaksi equivalen rupiah tumbuh 11%, sehingga membuat saldo rata-rata current account tumbuh 8,6%.
Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengungkapkan BNI memiliki 3 inovasi untuk penguatan bisnis transactional banking ke depan.
Baca Juga: BNI dan IMI Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Transaksi Kekinian
"Pertama, Garansi Bank Online yang memungkinkan nasabah melakukan pengajuan garansi bank sekaligus memonitor proses sampai dengan penyelesaian transaksi melalui platform BNIDirect," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).
Kedua, jelas dia, Solusi Financing melalui platform Financial Supply Chain Management untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi supply chain dengan vendor dan suppliernya. Lalu ketiga, Open banking solution berupa API (Application Programming Interface) atau API Corporates yang dapat mengintegrasikan aplikasi sistem nasabah dengan layanan transaksional BNI.
"Walaupun masih pandemi, namun secara year on year tercatat peningkatan sebesar 16,4% untuk pengguna layanan transaksional banking, yaitu dari semula 58,6 ribu pengguna pada Juni 2020 menjadi 68,2 ribu pengguna pada Juni 2021," tutur Sis Apik.
Sis Apik mengatakan, tren pendapatan fee based income (FBI) dari bisnis transactional banking secara year on year (YoY) hingga semester I/2021 mencapai 37,9% dengan volume transaksi equivalen rupiah tumbuh 11%, sehingga membuat saldo rata-rata current account tumbuh 8,6%.
Lihat Juga :