Di Depan Jokowi, Erick Thohir Beberkan Cara Peroleh Valuasi Pertamina Rp1.419 Triliun
Selasa, 21 September 2021 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
"Dan ini penting pondasinya terus kita jaga supaya di 2024 kita bisa punya penjualan 93 miliar dolar dan keuntungan 8 miliar dolar sehingga valuasinya 100 miliar dolar AS," ujar Erick.
Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan Soal Alasan Restrukturisasi Pertamina
Erick juga mengabarkan, Pertamina melalui Subholding Upstream sudah menemukan sumber migas baru sebesar 204 juta barel. Temuan itu dinilai kabar yang mengembirakan disaat produksi migas nasional mengalami penurunan.
Di hulu, kata Erick, pada kuartal II-2021, melalui subholding perseroan mencatatkan keuntungan sebesar 1 miliar dolar AS. Sementara, keuntungan petrochemical senilai USD280 juta. Pemegang saham memastikan nilai tersebut terus ditingkatkan.
"Dan di hulu sendiri itu sekarang kuartal II kemarin di bulan Juni itu untung Rp 1 miliar dan ini terus kita lakukan. Yang selama ini juga kilang dan petrochemical menjadi beban kemarin sudah untung 280 juta dolar ini kita akan pastikan subholding ini menjadi pondasi yang kuat untuk pertamina menuju valuasi 100 miliar dolar AS," ungkapnya.
Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan Soal Alasan Restrukturisasi Pertamina
Erick juga mengabarkan, Pertamina melalui Subholding Upstream sudah menemukan sumber migas baru sebesar 204 juta barel. Temuan itu dinilai kabar yang mengembirakan disaat produksi migas nasional mengalami penurunan.
Di hulu, kata Erick, pada kuartal II-2021, melalui subholding perseroan mencatatkan keuntungan sebesar 1 miliar dolar AS. Sementara, keuntungan petrochemical senilai USD280 juta. Pemegang saham memastikan nilai tersebut terus ditingkatkan.
"Dan di hulu sendiri itu sekarang kuartal II kemarin di bulan Juni itu untung Rp 1 miliar dan ini terus kita lakukan. Yang selama ini juga kilang dan petrochemical menjadi beban kemarin sudah untung 280 juta dolar ini kita akan pastikan subholding ini menjadi pondasi yang kuat untuk pertamina menuju valuasi 100 miliar dolar AS," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :