Sinergi Luncurkan SSMQC Guna Tingkatkan Efisiensi Layanan Losgistik
Rabu, 22 September 2021 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Program SSmQC ini diresmikan secara daring oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman . Disaksikan seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulbagsel, Jalan Satando, Kecamatan Ujung Tanah.
Dia menyebutkan peluncuran program ini tak lepas dari kerja sama beberapa instansi seperti Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Pelindo IV Makassar, Lembaga National Singel Window dan Otoritas Pelabuhan.
"Kita semua akan melakukan perbaikan di tiga area yaitu area single submission, area joint inspection, serta area profiling dan risk management akan menghilangkan duplikasi dan repetisi," lanjut Andhi.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel , Nugroho Wahyu Widodo menambahkan program ini akan mengefisienkan penyampaian data dan dokumen atas impor barang. Biasanya, para importir atau eksportir harus mengajukan satu-satu ke pihak karantina dan bea cukai.
"Kalau begitu otomatis dari segi biaya dan waktu pasti sangat besar. Oleh karena itu dengan program ini, hanya sekali saja mengajukan ke Bea Cukai, secara otomatis pihak Karantina juga dapat. Setelah itu langsung dilakukan pemeriksaan bersama atau joint inspection. Jenis, kualitas barang dan sebagainya," paparnya.
Baca Juga: Begini Cara Supaya UMKM Bisa Sukses Ekspor ke Luar Negeri
Dia menyebutkan peluncuran program ini tak lepas dari kerja sama beberapa instansi seperti Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Pelindo IV Makassar, Lembaga National Singel Window dan Otoritas Pelabuhan.
"Kita semua akan melakukan perbaikan di tiga area yaitu area single submission, area joint inspection, serta area profiling dan risk management akan menghilangkan duplikasi dan repetisi," lanjut Andhi.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel , Nugroho Wahyu Widodo menambahkan program ini akan mengefisienkan penyampaian data dan dokumen atas impor barang. Biasanya, para importir atau eksportir harus mengajukan satu-satu ke pihak karantina dan bea cukai.
"Kalau begitu otomatis dari segi biaya dan waktu pasti sangat besar. Oleh karena itu dengan program ini, hanya sekali saja mengajukan ke Bea Cukai, secara otomatis pihak Karantina juga dapat. Setelah itu langsung dilakukan pemeriksaan bersama atau joint inspection. Jenis, kualitas barang dan sebagainya," paparnya.
Baca Juga: Begini Cara Supaya UMKM Bisa Sukses Ekspor ke Luar Negeri
Lihat Juga :