Sepanjang 2021, Sri Mulyani Sudah Tarik Utang Rp550,6 Triliun
Kamis, 23 September 2021 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kenaikan Utang Pemerintah jadi Sorotan, RI Mampu Bayar Nggak?
Sri Mulyani lebih memilih untuk memaksimalkan penggunaan Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun 2020 dan perpanjangan mekanisme tanggung renteng (burden sharing) bersama Bank Indonesia dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) III.
"Penggunaan SAL menyesuaikan investasi dan karena ada SKB dengan BI, sekarang menyebabkan urgensi untuk issuance atau kebutuhan penerbitan SUN bisa diturunkan dan turunnya cukup drastis 20,5 persen dibanding tahun lalu," ucap Sri Mulyani.
Melalui SKB III, pemerintah bersama BI bisa menjaga tingkat imbal hasil (yield) di tengah kondisi ekonomi makro tingkat global masih terlingkup ketidakpastian. Sampai 15 September 2021, BI sudah membiayai defisit fiskal mencapai Rp139,8 Triliun melalui pembelian SUN Rp 95,6 Triliun dan SBSN Rp 44,25 Triliun.
Sri Mulyani lebih memilih untuk memaksimalkan penggunaan Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun 2020 dan perpanjangan mekanisme tanggung renteng (burden sharing) bersama Bank Indonesia dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) III.
"Penggunaan SAL menyesuaikan investasi dan karena ada SKB dengan BI, sekarang menyebabkan urgensi untuk issuance atau kebutuhan penerbitan SUN bisa diturunkan dan turunnya cukup drastis 20,5 persen dibanding tahun lalu," ucap Sri Mulyani.
Melalui SKB III, pemerintah bersama BI bisa menjaga tingkat imbal hasil (yield) di tengah kondisi ekonomi makro tingkat global masih terlingkup ketidakpastian. Sampai 15 September 2021, BI sudah membiayai defisit fiskal mencapai Rp139,8 Triliun melalui pembelian SUN Rp 95,6 Triliun dan SBSN Rp 44,25 Triliun.
(akr)
Lihat Juga :