Mentan Panen Jagung di Grobogan, Tahun Ini Diperkirakan Over Stok 2,85 juta Ton
Rabu, 29 September 2021 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Syahrul mengungkapkan berdasarkan data prognosa Kementan dan BPS, luas panen jagung nasional Januari-Desember 2021 seluas 4,15 juta ha, produksi bersihnya sebesar 15,79 juta ton dengan kadar air 14%. Kebutuhan jagung setahun untuk pakan, konsumsi dan industri pangan totalnya 14,37 juta ton sehingga dengan menambahkan stok akhir Desember 2020 (carry over) sebesar 1,43 juta ton, diperoleh stok jagung 2021 sebanyak 2,85 juta ton .
“Kalau begitu tidak ada masalah dengan stok jagung kita tahun ini, kecuali cari jagung sampai 7.000 ton di supermarket tidak mungkin dapat. Tapi kalau turun ke petani dan Grobogan hari ini pasti ada berapa saja maunya,” tegasnya.
(Baca juga:Protes Rencana Impor, Petani di Lombok Buang Jagung ke Jalan Raya)
Menurut Syahrul, panen jagung akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2021. Perkiraan luas panen September ini 299.059 hektare (ha), Oktober (230.157 ha), November (207.264 ha), dan Desember (197.265 ha). Untuk panen bulan September diperkirakan akan menghasilkan jagung pipilan kering sebanyak 1,21 juta ton, Oktober (916.759 ton), November (1 juta ton), dan Desember (881.787 ton).
Menurutnya, ketersediaan jagung dalam negeri dipastikan aman. Sebab jagung merupakan komoditas yang mudah ditanam di seluruh daerah Indonesia. Terkait polemik data jagung, mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini menjamin validitas data yang digunakan Kementan. Pasalnya dihasilkan mulai dari proses standing crop, pemantauan melalui agriculture war room (AWR) atau melalui satelit dan berdasarkan laporan pemerintah daerah serta data telah disinkronkan dengan BPS.
(Baca juga:Ulu Ere dan Sinoa Berpotensi Panen 63.040 Ton Jagung)
“Kalau begitu tidak ada masalah dengan stok jagung kita tahun ini, kecuali cari jagung sampai 7.000 ton di supermarket tidak mungkin dapat. Tapi kalau turun ke petani dan Grobogan hari ini pasti ada berapa saja maunya,” tegasnya.
(Baca juga:Protes Rencana Impor, Petani di Lombok Buang Jagung ke Jalan Raya)
Menurut Syahrul, panen jagung akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2021. Perkiraan luas panen September ini 299.059 hektare (ha), Oktober (230.157 ha), November (207.264 ha), dan Desember (197.265 ha). Untuk panen bulan September diperkirakan akan menghasilkan jagung pipilan kering sebanyak 1,21 juta ton, Oktober (916.759 ton), November (1 juta ton), dan Desember (881.787 ton).
Menurutnya, ketersediaan jagung dalam negeri dipastikan aman. Sebab jagung merupakan komoditas yang mudah ditanam di seluruh daerah Indonesia. Terkait polemik data jagung, mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini menjamin validitas data yang digunakan Kementan. Pasalnya dihasilkan mulai dari proses standing crop, pemantauan melalui agriculture war room (AWR) atau melalui satelit dan berdasarkan laporan pemerintah daerah serta data telah disinkronkan dengan BPS.
(Baca juga:Ulu Ere dan Sinoa Berpotensi Panen 63.040 Ton Jagung)
Lihat Juga :