Sembako Premium Kena Pajak, Ketua PHRI DKI: Orang Kaya Tak Takut dengan Harga

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 20:10 WIB
loading...
Sembako Premium Kena...
Bisnis restoran mewah tak akan terganggu dengan PPN sembako premium. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penerapkan pajak pertambahan nilai ( PPN ) terhadap sembako tak lama lagi akan gulirkan. Pasalnya, Komisi DPR RI telah menerima ajuan tersebut dan disetujui untuk dibahas lebih lanjut pada rapat paripurna pekan depan.

Barang sembako yang akan dikenakan PPN seperti yang pernah dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah produk yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat banyak atau yang memiliki harga mahal karena diimpor. Seperti beras basmati, beras shirataki, hingga daging sapi premium impor yang harganya bisa 15 kali lipat harga daging di pasar tradisional.

Baca juga: RUU HPP Disepakati, Pajak Sembako dan Sekolah Batal

Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan, kebijakan pengenaan pajak atas sembako premium merupakan hal yang wajar. Sebab, produk premium relatif dikonsumsi oleh konsumen kelas menengah atas dan pendapatan yang dimiliki mereka cukup besar.

“Barang-barang premium itu kan konsumsi orang berduit, seperti daging sapi kobe, wagyu, atau beras japonica. Menurut saya masih wajar kalau dikenakan pajak,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Jumat (1/10/2021).

Ia menuturkan pengeluaran untuk konsumsi masyarakat kelas atas atau orang kaya, porsinya kecil dibanding total pendapatan. Sehingga bukan menjadi suatu persoalan bagi restoran mewah dengan adanya pengenaan pajak pada sembako premium.

“Asal jangan memajaki sembako rakyat kecil. Tentu nanti pengawasan di lapangan mesti benar. Jangan sampai keliru memajaki sembako untuk rakyat golongan bawah,” tuturnya.

Sutrisno bilang, konsumen lapisan kelas menengah atas tidak terlalu mempertimbangkan harga saat makan, termasuk makan dengan produk premium sekalipun. Dengan demikian, kata dia, selama konsumen tidak mempersoalkan harga makanan yang dimakan, maka tidak ada masalah pada pengusaha restoran mewah.

Baca juga: Gara-gara Malaysia, Penjualan Peugeot di Indonesia Melemah

“Kalau konsumennya lapisan kaya, tidak terlalu mempertimbangkan harga. Orang kaya yang ditakuti bukan harga, tetapi takut sama virus corona,” imbuhnya.

Di samping itu, ia menambahkan semenjak pemerintah melonggarkan aturan PPKM, industri restoran dan perhotelan sudah menunjukkan adanya perbaikan. Hal itu seiring dengan rasa rindu masyarakat terhadap aktivitas liburan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menebar Kasih di Hari...
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
PPN Avtur 100% Ditanggung...
PPN Avtur 100% Ditanggung Pemerintah, Ini Aturannya
Danareksa Kirim 5 Ton...
Danareksa Kirim 5 Ton Beras dan Sembako untuk Korban Banjir Sumatera
Jelang Nataru, Harga...
Jelang Nataru, Harga Gula Pasir hingga Daging Ayam Kompak Naik
Roblox Ditunjuk Jadi...
Roblox Ditunjuk Jadi Pemungut PPN, Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp43,75 Triliun
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Pemerintah Tinjau Lagi Rencana Pajak Sembako
Buruh Dapat Sembako...
Buruh Dapat Sembako di May Day 2026, Andi Gani: Tak Ada dari Oligarki dan APBN yang Dipakai
Rekomendasi
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Berita Terkini
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Infografis
Tak Pakai Masker, Kena...
Tak Pakai Masker, Kena Denda Progresif Rp1 Juta Oleh Pemprov DKI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved