Masuki New Normal, KRL Akan Atur Larangan Bicara hingga Lansia

Selasa, 02 Juni 2020 - 17:27 WIB
loading...
Masuki New Normal, KRL...
Masuki new normal, KRL akan mengatur larangan bicara hingga lansia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membuat beberapa peraturan baru yang ditujukan kepada penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek pada fase new normal atau kenormalan baru. Hal itu menambah adanya peraturan yang sebelumnya telah diterapkan, seperti membatasi jumlah penumpang di setiap kereta.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menyampaikan, peraturan baru tersebut, diantaranya larangan berbicara di dalam KRL, baik melalui telepon atau secara langsung. Selain itu, kepada pedagang juga disarankan untuk tidak menaiki kereta pada jam sibuk, yaitu pukul 04.00-08.00 WIB.

"Jadi, ada kebijakan yang membawa barang dagangan yang ditetapkan bisa naik KRL pertama, jadi menggunakan KA pertama dan bisa juga mereka naik KRL di luar peak hours, antara jam 10.00-14.00 WIB," ujar Wiwik dalam video conference di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Tidak hanya itu, Wiwik menyampaikan, untuk penumpang lansia atau lanjut usia juga akan diatur jam menggunakan KRL. Hal tersebut karena lansia memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19 dan agar menghindari berdesakan. Selain itu, balita juga masih dilarang untuk menaiki KRL di fase new normal nanti.

"Ada kebijakan dari KCI bahwa lansia diperbolehkan naik KRL di masa non peak, jam 10.00-14.00 WIB. Demikian juga balita di bawah 5 tahun untuk sementara dilarang naik KRL sampai waktu belum ditentukan karena kondisi sekarang banyak anak-anak yang berpergian tidak menggunakan masker, hanya orang tuanya saja," katanya.

Ia juga mengimbau kepada para penumpang yang hendak membeli tiket di vending machine untuk melakukan transaksi non tunai atau tanpa menggunakan uang kertas, seperti menggunakan Kartu Multi Trip, Kartu Bank, atau LinkAja.

"Utamanya adalah menggunakan transaksi non tunai untuk meminimalisir risiko penularan melalui uang," ucap Wiwik. Baca: April, Jumlah Penumpang di Semua Sektor Transportasi Turun Tajam

Selain itu, KCI juga tetap melakukan kerja sama dengan aparat TNI/Polri di stasiun KRL untuk melakukan penertiban antrian dan mengawasi social distancing yang terus berjalan di fase new normal.

"Kami juga sudah menyiapkan marka di stasiun maupun di KRL yakni untuk physical distancing baik di stasiun maupun kereta. Kami berharap dengan adanya marka, masyarakat bisa disiplin untuk secara mandiri tanpa harus diawasi karena untuk keselamatan bersama," pungkas Wiwik.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penumpang Commuter Line...
Penumpang Commuter Line Boleh Berbuka Puasa di Dalam KRL, Simak Ketentuannya
KRL Diusulkan Beroperasi...
KRL Diusulkan Beroperasi 24 Jam, Begini Jawaban KCI Commuter
139,8 Juta Liter BBM...
139,8 Juta Liter BBM Subsidi Diserap KAI hingga Agustus 2025, Buat Apa Saja?
Perombakan Direksi-Komisaris...
Perombakan Direksi-Komisaris KAI Terkait Kecelakaan KA Argo Bromo? Begini Kata Menhub
ASN Pemprov DKI Wajib...
ASN Pemprov DKI Wajib Pakai Transportasi Umum, Begini Respons KAI
Indonesia Bukan Lagi...
Indonesia Bukan Lagi Tempat Parkir Kereta Bekas, Begini Kata Bos KCI
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Anak Yatim Piatu hingga...
Anak Yatim Piatu hingga Lansia Akan Mendapatkan BLT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved