Cadev Naik, Mata Uang Garuda Kangkangi Greenback di Level Rp14.216

Kamis, 07 Oktober 2021 - 16:41 WIB
loading...
Cadev Naik, Mata Uang...
Cadangan devisa dan UU HPP jadi pendorongan penguatan rupiah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 36 poin ke level Rp14.216 atas dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore ini, Kamis (7/10/2021). Penguatan dipicu, salah satunya, oleh data Bank Indonesia (BI) mengenai cadangan devisa (cadev) yang tumbuh dibandingkan periode sebelumnya.

“BI mencatat posisi cadev USD146,9 miliar per September 2021. Angkanya tumbuh tipis 1,45% dibandingkan periode sebelumnya, yakni USD144,8 miliar,” ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Cadangan Devisa Akhir September 2021 Meningkat Jadi Rp2.092 Triliun

Ia mengatakan bahwa cadev Indonesia berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan. Cadev itu juga mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

Peningkatan posisi cadev pada September 2021 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan utang luar negeri pemerintah.

Pemicu lain menguatnya mata uang garuda ini adalah sikap DPR yang resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) menjadi UU.

“Segala aturan yang berada di dalamnya bisa dijalankan mulai tahun depan,” imbuh Ibrahim.

Baca juga: BPOM Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 yang Aman Bagi Anak

Selanjutnya, pemerintah juga akan kembali menerapkan program pengampunan pajak mulai 1 Januari 2022 mendatang. Dengan program tersebut, wajib pajak dapat mengungkapkan harta bersih yang belum atau kurang diungkapkan dalam surat pernyataan kepada negara.

"Untuk perdagangan besok, rupiah akan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.190-Rp14.230," tandas Ibrahim.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved