Keuangan Digital Permudah UMKM Akses Produk Layanan Keuangan
Selasa, 12 Oktober 2021 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, imbuh Fithra, dibutuhkan peran pemerintah untuk menjembatani gap ini. Salah satunya adalah dengan mendorong para pelaku UMKM untuk bergabung dalam platform digital melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Dari upaya yang dilakukan pemerintah ini, hingga akhir 2020, tercatat sebanyak 11,7 UMKM on boarding ke bisnis daring.
“Upaya mendorong digitalisasi UMKM ini akan bisa berjalan dengan baik jika diterapkan konsep Quadruple Helix Model. Konsep ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pebisnis/industri, dan komunitas. Jadi harus ada koordinasi dari empat komponen ini sehingga tercipta inovasi dalam pengembangan ekonomi,” imbuhnya.
Meski saat ini berbagai pihak terus mendorong digitalisasi UMKM, Fithra justru menilai perlu adanya keseimbangan antara online dan offline. Keseimbangan ini bisa diwujudkan melalui strategi Omnichannel.
Secara sederhana, Omnichannel merupakan pendekatan penjualan multisaluran yang berfokus pada memberikan pengalaman kepada pelanggan tanpa batas, baik klien berbelanja online dari perangkat seluler maupun laptop, atau berbelanja di toko fisik.
“Kalau hanya menjalankan satu channel, tentu akan sangat riskan. Makanya dengan konsep Omnichannel, akan ada keseimbangan. Contohnya Amazon, mereka tidak hanya menjalankan bisnis secara online, tetapi juga memiliki toko fisik. Nah, konsep seperti ini juga harus diterapkan oleh para pelaku UMKM,” ujarnya.
GoTo Financial sendiri terus melengkapi rangkaian solusi bisnis komprehensif dan inklusif untuk pelaku UMKM dari berbagai bidang. Tujuannya agar para pelaku UMKM bisa bangkit bersama di masa pandemi.
Solusi yang dihadirkan GoTo Financial terdiri dari GoPay, Paylater, GoSure, GoInvestasi, GoStore, Moka, Selly, Midtrans, dan GoBiz Plus. Selain itu, GoTo Financial juga sudah bermitra dengan lebih dari 20 bank dan institusi keuangan lainnya.
“Upaya mendorong digitalisasi UMKM ini akan bisa berjalan dengan baik jika diterapkan konsep Quadruple Helix Model. Konsep ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pebisnis/industri, dan komunitas. Jadi harus ada koordinasi dari empat komponen ini sehingga tercipta inovasi dalam pengembangan ekonomi,” imbuhnya.
Meski saat ini berbagai pihak terus mendorong digitalisasi UMKM, Fithra justru menilai perlu adanya keseimbangan antara online dan offline. Keseimbangan ini bisa diwujudkan melalui strategi Omnichannel.
Secara sederhana, Omnichannel merupakan pendekatan penjualan multisaluran yang berfokus pada memberikan pengalaman kepada pelanggan tanpa batas, baik klien berbelanja online dari perangkat seluler maupun laptop, atau berbelanja di toko fisik.
“Kalau hanya menjalankan satu channel, tentu akan sangat riskan. Makanya dengan konsep Omnichannel, akan ada keseimbangan. Contohnya Amazon, mereka tidak hanya menjalankan bisnis secara online, tetapi juga memiliki toko fisik. Nah, konsep seperti ini juga harus diterapkan oleh para pelaku UMKM,” ujarnya.
GoTo Financial sendiri terus melengkapi rangkaian solusi bisnis komprehensif dan inklusif untuk pelaku UMKM dari berbagai bidang. Tujuannya agar para pelaku UMKM bisa bangkit bersama di masa pandemi.
Solusi yang dihadirkan GoTo Financial terdiri dari GoPay, Paylater, GoSure, GoInvestasi, GoStore, Moka, Selly, Midtrans, dan GoBiz Plus. Selain itu, GoTo Financial juga sudah bermitra dengan lebih dari 20 bank dan institusi keuangan lainnya.
Lihat Juga :