Terungkap Hambatan di Sektor Pelabuhan Sebelum Merger Pelindo

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 13:48 WIB
loading...
Terungkap Hambatan di...
Kehadiran merger Pelindo I-IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) harus bisa menyelesaikan hambatan-hambatan yang sebelumnya menyelimuti pelayanan di sektor pelabuhan, Kadin beberkan semuanya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kehadiran merger Pelindo I-IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) harus bisa menyelesaikan hambatan-hambatan yang sebelumnya menyelimuti pelayanan di sektor pelabuhan . Terkait kendala apa saja yang dihadapi pengusaha, di antaranya belum ada standar biaya pelabuhan dan belum terkoneksi.

"Sebelum merger Pelindo I-IV, ada beberapa hambatan seperti belum ada standar biaya pelabuhan, belum terkoneksinya pelabuhan-pelabuhan. Sehingga dengan hadirnya merger Pelindo ini, hambatan-hambatan tersebut diharapkan bisa sesegera mungkin diselesaikan," kata Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia, Akbar Djohan dalam diskusi di Market Review, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Pelindo Resmi Dilebur, Arus Peti Kemas Bisa Capai 16,7 Juta TEUs

Ia mencontohkan Merger Pelindo harus bisa melakukan terobosan, seperti pelabuhan-pelabuhan di Indonesia Timur yang dikenal dengan biaya logistik sangat tinggi. Meski pemerintah sudah menginisiasi dengan subsidi termasuk subsidi kepada pelayaran nasional yang kurang lebih biayanya Rp600 miliar.

Kata Akbar, itupun hasilnya masih belum maksimal dirasakan. Hal itu karena terdapat gap atau kesenjangan biaya logistik di Indonesia Timur.

Sehingga lanjut dia, dengan merger Pelindo I-IV, seharusnya akan memberikan suatu stimulus kepada pelaku ekonomi. Misalnya, memberikan subsidi kepada pelabuhan di Indonesia Timur dengan harga yang khusus, seperti biaya demurragenya, storagenya bisa diminimalisir.

"Kalau dulu masing-masing punya target-target RKAP, bilamana ini menjadi satu. Maka biaya yang disatukan dapat menekan biaya-biaya logistik sehingga kesenjangan di pelabuhan Indonesia Timur untuk komoditi-komoditi strategis bisa sejalan dengan pelayaran nasional kita," urainya.

Adapun ia menambahkan, dampaknya apabila biaya logistik tinggi, maka akan dibebankan kepada Harga Pokok Penjualan (HPP) produksi maupun komoditi di pasaran. "Jadi diujungnya itu berpotensi menaikkan inflasi. Maka PR-nya adalah bagaimana mewujudkan keseimbangan biaya-biaya logistik itu bisa bertahap menurun sampai 17 persen," terang Djohan.

Baca Juga: Sah! Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo I-IV

Lebih lanjut Akbar mengatakan, sebelum dilakukannya merger, koordinasi antar perusahaan tidak tertata rapi sehingga hal itu memicu pengambilan keputusan dalam memberikan kepastian layanan cenderung lama. Menurutnya, dengan adanya penggabungan, akan diarahkan pada satu komando sehingga proses pengerjaan di lapangan dapat lebih terstruktur.

"Ada satu hal yang paling langka di negeri ini adalah koordinasi. Koordinasi yang akan lahir dengan satu komando, harapan para pengguna jasa pelabuhan, birokrasinya semakin minim. Selain itu kecepatan dalam menentukan keputusan untuk memberikan kepastian layanan bisa segera terwujud yang akan diberikan oleh hasil merger ini," paparnya.

"Sehingga bukan saja menjadi agregator perekonomian Indonesia, tetapi juga bisa memberikan stimulasi kepada para pelaku usaha yang membutuhkan jasa kepelabuhan ini," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Tingkatkan Kapasitas...
Tingkatkan Kapasitas Bongkar Muat, Pelabuhan Pelindo Tambah QCC
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Salurkan Hewan Kurban...
Salurkan Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia, AYP: Bukti Kepedulian Kadin ke Sesama
AYP Serahkan Hewan Kurban...
AYP Serahkan Hewan Kurban ke Musala An-Nur Bukit Duri
KSOP Tanjung Priok Inisiasi...
KSOP Tanjung Priok Inisiasi Simulasi Penanganan Tumpahan Minyak Terintegrasi Pertama di Indonesia
Rekomendasi
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved