Kejar Ketertinggalan, Gapmmi Harap Ada Festive Season Baru dalam New Normal
Rabu, 03 Juni 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Namun, meski pemasaran online ini membantu, tidak serta meningkatkan penjualan secara drastis. Jika distributor hidup, maka rantai pasok dan ekosistem ekonomi akan hidup kembali.
Adhi memberikan masukan, bahwa bantuan tunai dari pemerintah harus diperbesar, karena kebanyakan bantuan sosial (bansos) diberikan dalam bentuk produk dan juga penambahan dana recovery.
"Beberapa negara memberikan bantuan secara tunai sehingga masyarakat bisa membelanjakan kebutuhannya. Kelompok menengah atas punya uang, tetapi mereka terbatas mengakses kesenangan dan kesukaannya. Kelompok menengah kebawah tidak punya daya beli yang kuat. Kalau diberikan dana tunai, mungkin bisa meningkatkan daya beli," tambahnya.
Sebelumnya Gapmmi dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta beberapa asosiasi lainnya sudah mengusulkan beberapa skema bantuan untuk para pelaku usaha yang sebelum Covid-19 sangat potensial, namun tutup dan kehabisan modal akibat pandemi.
"Namun sayangnya, perbankan angkat tangan. Karena adanya restrukturisasi, mereka tidak bisa memberikan modal baru. Padahal modal ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha itu," pungkas Adhi.
Adhi memberikan masukan, bahwa bantuan tunai dari pemerintah harus diperbesar, karena kebanyakan bantuan sosial (bansos) diberikan dalam bentuk produk dan juga penambahan dana recovery.
"Beberapa negara memberikan bantuan secara tunai sehingga masyarakat bisa membelanjakan kebutuhannya. Kelompok menengah atas punya uang, tetapi mereka terbatas mengakses kesenangan dan kesukaannya. Kelompok menengah kebawah tidak punya daya beli yang kuat. Kalau diberikan dana tunai, mungkin bisa meningkatkan daya beli," tambahnya.
Sebelumnya Gapmmi dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta beberapa asosiasi lainnya sudah mengusulkan beberapa skema bantuan untuk para pelaku usaha yang sebelum Covid-19 sangat potensial, namun tutup dan kehabisan modal akibat pandemi.
"Namun sayangnya, perbankan angkat tangan. Karena adanya restrukturisasi, mereka tidak bisa memberikan modal baru. Padahal modal ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha itu," pungkas Adhi.
(ind)
Lihat Juga :