Jamkrindo Konsisten Dukung Kemajuan Kerajinan Perak Yogyakarta
Senin, 18 Oktober 2021 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu pegiat industri kreatif kerajinan perak Yogyakarta yang menjadi mitra binaan Jamkrindo adalah Nur Parwanto pemilik usaha Nur Silver. Ia telah menjalankan usahanya sejak tahun 1985 dan menjadi generasi ketiga penerus usaha kerajinan tangan silver. Toko miliknya terletak di Jalan Kemasan No 69 Kotagede. Kotagede merupakan pusat kerajinan perak terbesar di Yogyakarta.
Produk silver/plated yang dijual oleh Nur Silver antara lain piring, mangkok, sendok/garpu makan, bros, cincin, miniatur borobudur, kapal, becak, dan andong, kerajinan tersebut diproduksi rumahan. "Kerajinan silver merupakan budaya turun temurun sejak berdirinya keraton di Yogyakarta," ujar Parwanto.
Nur bergabung menjadi Mitra Binaan Jamkrindo sejak tahun 2018. Dengan menjadi mitra binaan Jamkrindo banyak manfaat yang ia terima. Antara lain akses permodalan dan juga pendampingan. "Usaha kami meningkat berkat penambahan modal yang diberikan. Jamkrindo juga sangat membantu membuka akses pemasaran kami dengan cara mengikutsertakan kami dalam bazar atau pameran secara gratis hingga kemudian omzet kami pun naik," aku Parwanto.
Dia mengakui pandemi memberikan dampak signifikan kepada usaha kerajinan perak. Omzet bisnisnya menurun drastis akibat pandemi covid-19. "Omzet kami sempat merosot hingga 60%. Ini karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat jumlah wisatawan menurun, serta kondisi pandemi ini membuat masyarakat lebih memilih membelanjakan uang yang dimiliki untuk kebutuhan pokok dan kesehatan," ujarnya.
Di masa pandemi ini Parwanto mengaku merasa beruntung dengan pendampingan yang diberikan Jamkrindo. Usahanya mampu bertahan. Banyak akses pelatihan online yang diberikan oleh Jamkrindo di masa pandemi ini. "Pada bulan Oktober 2021 ini kami juga telah menerima program pendanaan usaha mikro dan kecil (PUMK) kedua kalinya dengan nominal Rp30 juta. Pendanaan tersebut kami akan gunakan untuk mengembangan usaha," ujarnya.
Produk silver/plated yang dijual oleh Nur Silver antara lain piring, mangkok, sendok/garpu makan, bros, cincin, miniatur borobudur, kapal, becak, dan andong, kerajinan tersebut diproduksi rumahan. "Kerajinan silver merupakan budaya turun temurun sejak berdirinya keraton di Yogyakarta," ujar Parwanto.
Nur bergabung menjadi Mitra Binaan Jamkrindo sejak tahun 2018. Dengan menjadi mitra binaan Jamkrindo banyak manfaat yang ia terima. Antara lain akses permodalan dan juga pendampingan. "Usaha kami meningkat berkat penambahan modal yang diberikan. Jamkrindo juga sangat membantu membuka akses pemasaran kami dengan cara mengikutsertakan kami dalam bazar atau pameran secara gratis hingga kemudian omzet kami pun naik," aku Parwanto.
Dia mengakui pandemi memberikan dampak signifikan kepada usaha kerajinan perak. Omzet bisnisnya menurun drastis akibat pandemi covid-19. "Omzet kami sempat merosot hingga 60%. Ini karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat jumlah wisatawan menurun, serta kondisi pandemi ini membuat masyarakat lebih memilih membelanjakan uang yang dimiliki untuk kebutuhan pokok dan kesehatan," ujarnya.
Di masa pandemi ini Parwanto mengaku merasa beruntung dengan pendampingan yang diberikan Jamkrindo. Usahanya mampu bertahan. Banyak akses pelatihan online yang diberikan oleh Jamkrindo di masa pandemi ini. "Pada bulan Oktober 2021 ini kami juga telah menerima program pendanaan usaha mikro dan kecil (PUMK) kedua kalinya dengan nominal Rp30 juta. Pendanaan tersebut kami akan gunakan untuk mengembangan usaha," ujarnya.
Lihat Juga :